KAI Modernisasi Puluhan Kereta Makan, Tingkatkan Layanan Konsumsi
PT Kereta Api Indonesia (KAI) memodernisasi puluhan unit kereta makan untuk memperbaiki layanan konsumsi penumpang. Modernisasi dilakukan bertahap melalui modifikasi sarana lama dan pengadaan kereta baru sejak 2024 hingga 2027.
Ringkasan modernisasi dan tujuan
KAI menyelesaikan modifikasi 17 unit Kereta Makan M1 di Balai Yasa Tegal, dengan empat unit rampung pada 2024 dan 13 unit pada 2025. Langkah ini bertujuan mengoptimalkan operasional dan memperpanjang umur pakai sarana yang masih laik.
Jejak sejarah layanan konsumsi di kereta
Layanan makan dan minum di kereta dimulai pada era 1930-an masa Pemerintah Hindia Belanda. Sejarah itu kemudian berlanjut saat pembentukan unit khusus RESTORKA di Bandung lewat keputusan Direksi PJKA tahun 1972.
"Pelayanan di dalam kereta memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Bermula dari kebutuhan menyediakan makanan dan minuman selama perjalanan, bentuk pelayanan terus berkembang bersama perubahan sarana dan kebutuhan pelanggan," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, di Jakarta pada Minggu, 27 September 2026.
Strategi: modifikasi dan pengadaan bertahap
KAI menegaskan modernisasi tidak selalu berarti mengganti semua sarana lama. Perusahaan memilih kombinasi modifikasi dan pengadaan baru untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Kontrak pengadaan kereta baru berjalan bersama PT INKA untuk periode 2023–2027. Rinciannya sebagai berikut:
- 612 kereta baru ditargetkan dikirim dalam kurun waktu tersebut
- 297 kereta eksekutif
- 199 kereta ekonomi
- 57 kereta makan
- 57 kereta pembangkit
- 2 kereta bagasi
Operasi dan pengalaman pelanggan
Kombinasi kereta makan lama, hasil modifikasi, dan unit baru akan beroperasi dalam ekosistem yang sama. KAI menekankan regenerasi sarana dilakukan bertahap sambil menjaga keandalan teknis dan keselamatan operasi.
"Dengan demikian, peningkatan kualitas pelayanan dapat dilakukan melalui regenerasi sarana baru sekaligus optimalisasi kereta eksisting," kata Anne.
Nilai historis dan menu hari ini
Selain sarana, KAI juga menyorot peran personel layanan konsumsi dari masa ke masa. Perubahan seragam dan variasi menu menjadi bagian pengalaman perjalanan yang melekat pada memori penumpang.
"Dari pelayan restorasi pada masa lalu hingga prama-prami hari ini, mereka menjadi bagian dari cerita panjang pelayanan kereta api Indonesia," ujar Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.
Saat ini menu yang disajikan pada layanan kuliner kereta antara lain:
- Nasi Goreng Parahyangan Legend
- Nasi Sei Sapi
- Nasi Sapi Lada Hitam
Prospek ke depan
KAI berkomitmen melanjutkan program modifikasi dan pengiriman kereta baru hingga 2027. Targetnya adalah menghadirkan layanan konsumsi yang lebih modern tanpa menghilangkan nilai sejarah dan pengalaman perjalanan pelanggan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Analis: Harga Emas Dunia Berpotensi Turun Pekan Depan
Analis Ibrahim Assuibi memprakirakan harga emas dunia cenderung turun pekan depan karena geopolitik, kebijak...
BRI Life Raih Dua Silver di The Best Contact Center Indonesia 2026
BRI Life meraih dua Silver di The Best Contact Center Indonesia 2026 untuk kategori Customer Experience dan...
Sabar Tobing: Kelola Perencanaan Pajak Secara Berkala
Sabar Tobing minta pelaku usaha kelola pajak dan pembukuan berkala untuk hindari kurang bayar besar dan memp...
Menteri Ekraf: Fesyen Indonesia Punya Kekuatan Luar Biasa
Menteri Ekraf Teuku Riefky sebut fesyen Indonesia kuat; sumbang ekspor US$5,85 miliar dan 14,77% terhadap GD...
KAI Rayakan 159 Tahun Sejarah Kereta Api di Semarang
KAI menggelar KAI Heritage Week 2026 untuk merayakan 159 tahun sejarah kereta api, menelusuri rute Semarang...
Harga Emas Antam Turun ke Rp2,59 Juta per Gram
Harga emas Antam turun Rp15.000 jadi Rp2.590.000 per gram pada 25 Sep 2026; buyback Rp2.415.000 per gram.