El Nino Ekstrem Tingkatkan Risiko Kematian, Ahli Ingatkan Dehidrasi
Akademisi I Wayan Gede Artawan Eka Putra memperingatkan El Nino ekstrem dapat memicu kematian melalui gelombang panas dan hujan ekstrem, Sabtu, 26 September 2026, di Jakarta. Panas hebat berisiko menyebabkan dehidrasi pada kelompok rentan seperti lansia, sedangkan hujan deras memicu banjir yang memperburuk sanitasi dan memicu penyakit infeksi.
Dampak panas ekstrem: dehidrasi pada kelompok rentan
Artawan menekankan panas ekstrem langsung meningkatkan risiko dehidrasi. Ia menyatakan orang dewasa sehat mungkin hanya mengalami dehidrasi ringan, tetapi kondisi serupa bisa fatal bagi lansia.
"Kalau kita orang yang dewasa yang sehat, ada dehidrasi dikit kan, ya tidak apa-apa, gitu kan. Nah, pada posisi yang populasi rentan, pada lansia, dehidrasi itu berbahaya buat mereka,"
Perhatian khusus diperlukan untuk menjaga asupan cairan dan pemantauan kesehatan kelompok rentan selama periode panas panjang.
Hujan ekstrem, banjir, dan risiko penyakit
Selain panas, hujan ekstrem dapat menyebabkan banjir yang merusak kebersihan lingkungan dan fasilitas sanitasi. Artawan menyoroti beberapa penyakit yang berisiko meningkat akibat paparan air dan kondisi sanitasi terganggu.
- Leptospirosis akibat paparan air kencing tikus
- Kolera
- Muntaber (gastroenteritis akut)
- Demam berdarah, yang bisa meningkat sesuai kondisi musim
Peningkatan kasus penyakit bermusim dapat terjadi bersamaan, memperburuk beban kesehatan masyarakat.
Tekanan pada fasilitas kesehatan dan kenaikan kematian
Artawan menjelaskan lonjakan kasus sekaligus bisa menurunkan kemampuan fasilitas kesehatan menangani pasien. Akibatnya, angka kematian terhadap kasus atau case fatality rate berpotensi naik dari tingkat sebelumnya yang relatif rendah.
"Ketika kasusnya tinggi, kemampuan dari fasilitas kesehatan menangani sekaligus dalam jumlah banyak jadi menurun. Sehingga case fatality rate-nya yang awalnya kurang dari 1% itu bisa meningkat, sehingga bisa terjadi jumlah kematian yang meningkat pula akibat berbagai penyakit,"
Dengan kata lain, beban sistem layanan berpengaruh langsung pada risiko fatalitas masyarakat saat wabah menyatu dengan dampak cuaca ekstrem.
Impak dan langkah pencegahan
Artawan mengingatkan dua jalur utama dampak El Nino: efek langsung suhu ekstrem dan efek tidak langsung melalui perubahan musim yang memicu penyakit. Mitigasi meliputi pemantauan kondisi lansia, upaya pencegahan banjir dan perbaikan sanitasi, serta kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk menghadapi lonjakan kasus.
Pemerintah dan masyarakat perlu memperkuat langkah antisipasi agar gelombang panas dan banjir tidak berujung pada peningkatan angka kematian dan beban penyakit menular.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Kemenkes Siapkan Tenaga Cadangan dan Masker Hadapi Kabut Asap
Kemenkes menyiapkan tenaga cadangan dan mendistribusikan masker untuk merespons dampak kabut asap Karhutla d...
Kemenkes Pantau Dampak Kabut Asap Karhutla pada Anak
Kemenkes memantau dampak kabut asap Karhutla di tujuh provinsi; anak rentan ISPA, layanan kesehatan dan pos...
Hari Apoteker Sedunia: Sejarah, Peran FIP, dan Tema 2026
Hari Apoteker Sedunia diperingati setiap 25 September. FIP mengoordinasi peringatan ini sejak 2010 dengan te...
Kristin Tjandra: Komunikasi Dua Arah Kunci Konsultasi Dokter
Dr. Kristin Tjandra: komunikasi dua arah antara pasien dan dokter kunci konsultasi efektif dan cegah miskons...
Perbedaan Influenza dan Pneumonia: Penyebab, Risiko, Pencegahan
Dokter Joyce Bratanata jelaskan perbedaan influenza dan pneumonia, faktor risiko lansia dan komorbid, serta...
Dokter Ingatkan Persiapan Kesehatan Jemaah Sebelum Berangkat Haji
Dokter sarankan pemeriksaan kesehatan 2–6 bulan sebelum haji; waspadai infeksi pernapasan, komorbid, dan kon...