Ekonomi

Menteri Ekraf: Fesyen Indonesia Punya Kekuatan Luar Biasa

Bagikan:
Menteri Ekraf meninjau instalasi Gaya Archive di Senayan City, Jakarta

Menteri Ekraf Teuku Riefky HarsyaGaya Archive Chapter 4 di Senayan City, Jakarta, Kamis 24 September 2026. Menurutnya, sektor fesyen penting untuk memperkuat daya saing, memperluas pasar global, dan membuka lapangan kerja.

Kontribusi ekonomi dan data ekspor

Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif, industri fesyen menyumbang nilai ekspor sebesar US$5,85 miliar tahun ini. Angka itu meningkat dari US$5,58 miliar pada tahun sebelumnya. Selain itu, fesyen menyumbang 14,77% terhadap Produk Domestik Bruto ekonomi kreatif dengan pertumbuhan 5,07%.

Angka-angka tersebut menjadi indikator bahwa produk fesyen nasional berpeluang berkembang di pasar internasional. Dengan peningkatan ekspor, momentum untuk memperluas jaringan pasar dan memperkuat merek lokal semakin terbuka.

Gaya Archive Chapter 4: arsip desain dan kolaborasi

Gaya Archive Chapter 4 berlangsung pada 18-27 September 2026. Pameran menampilkan arsip karya 23 desainer anggota Indonesian Fashion Designer Council (IFDC/IPMI). Karya-karya itu diinterpretasikan menjadi instalasi bertema empat musim: Spring, Summer, Autumn, Winter.

Selain itu, kolaborasi Pagelaran Sabang Merauke dan IFDC memamerkan instalasi dari 12 desainer lewat proyek Hikayat Nusantara. Konsep pameran memadukan sejarah, identitas, kearifan lokal, dan eksplorasi estetika kontemporer.

Kutipan dan tujuan pameran

"Memasuki gelaran keempatnya, kegiatan ini berhasil menjadi ruang untuk merekam perjalanan kreativitas para perancang mode Indonesia melalui karya, instalasi, dan pendekatan kuratorial. Fesyen Indonesia memiliki kekuatan yang luar biasa, bukan hanya dari segi kualitas dan kreativitas, tetapi juga kekayaan budaya yang senantiasa menjadi sumber inspirasinya,"

— Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif

Keterangan resmi menyebut pameran juga membuka ruang kolaborasi antara desainer senior dan generasi muda. Tujuannya untuk menjaga warisan sekaligus mendorong inovasi desain yang relevan di pasar global.

"Melalui Gaya Archive dan Kanvas Budaya, kami ingin membuka ruang bagi masyarakat luas untuk mengenal lebih dekat perjalanan mode dan kekayaan budaya Indonesia,"

— Sjamsidar Isa, Ketua Dewan Pengurus IFDC

Dampak sosial dan peninjauan acara

Menteri Ekraf juga meninjau instalasi Pagelaran Sabang Merauke dan kegiatan penggalangan dana untuk korban gempa NTT. Kunjungan ditutup dengan peragaan busana Kanvas Budaya 'SATU NAPAS', perpaduan Batik Kudus dan denim karya 23 desainer.

"Melalui pameran di jantung ibu kota ini, kita tidak hanya menggerakkan ekonomi kreatif dan memberdayakan UMKM, tetapi juga membangun ekosistem fesyen baru yang mengedukasi masyarakat,"

— Ivan Gunawan, Head of Business Development IFDC

Prospek ke depan

Perpaduan arsip, kolaborasi lintas generasi, dan data ekonomi menunjukkan peluang penguatan industri fesyen lokal. Ke depan fokus perlu diarahkan pada peningkatan kualitas produk, akses pasar ekspor, serta pengembangan ekosistem yang mendukung UMKM dan perancang muda.

Dengan langkah terintegrasi, diharapkan fesyen Indonesia terus tumbuh sebagai sektor kreatif yang berdaya saing global.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait