Gaya Hidup

Influenza pada Anak Lebih Berisiko, Balita Paling Rentan

Bagikan:

Jakarta. Anak-anak, terutama balita dan bayi, lebih berisiko mengalami penyakit berat dan dirawat di rumah sakit akibat influenza, kata Prof. Dr. Anggraini Alam dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Peringatan ini muncul saat virus influenza masih aktif menyebar di Indonesia, dengan temuan laboratorium terbaru menunjukkan angka positif yang signifikan pada pekan epidemiologi ke-36.

Data pengawasan influenza

Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa 86 dari 185 sampel yang diuji pada pekan epidemiologi ke-36 positif influenza. Rinciannya: 76 kasus influenza A (H1N1)pdm09, 8 kasus A (H3N2), dan 2 kasus influenza B (Victoria). Data ini tercatat hingga 19 September dan bersumber dari 13 laboratorium kesehatan daerah, sembilan rumah sakit, dan Laboratorium Biologi Kesehatan.

Kementerian mengingatkan data beberapa minggu terakhir bersifat sementara dan dapat berubah. Subclade A (H3N2) K, yang sempat disebut "Super Flu", terdeteksi di 13 provinsi dengan akumulasi 76 kasus sejak Januari 2026. Provinsi dengan jumlah kasus terbanyak adalah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan (masing-masing 18 kasus), diikuti Jawa Barat (12) dan Jakarta (11).

Mengapa anak lebih rentan?

Anggraini menjelaskan beberapa faktor yang membuat anak, khususnya di bawah lima tahun, lebih mudah tertular influenza. Pertama, sistem imun mereka masih berkembang sehingga belum memiliki kekebalan terhadap berbagai jenis virus. Kedua, lingkungan anak seperti tempat penitipan anak yang padat dan ventilasi buruk memperbesar risiko penularan.

"Children are still shorter than adults. When adults speak, sneeze, or cough, children are the ones who inhale all those fine particles. As a result, children are at a higher risk of infection," Anggraini said.

Anak-anak juga berisiko lebih tinggi jika memiliki gangguan neurologis atau perkembangan, tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang, atau berada di lingkungan padat penduduk. Selain itu, anak dapat mengeluarkan virus lebih lama setelah terinfeksi, sehingga memperpanjang masa penularan.

Anggraini memperkirakan sekitar 5% anak yang tertular influenza membutuhkan perawatan rumah sakit. Dari pasien yang dirawat, sekitar 80% berusia di bawah dua tahun, dan hampir separuhnya adalah bayi di bawah enam bulan.

Gejala dan cara penularan

Gejala influenza pada anak meliputi hidung meler atau tersumbat, sakit tenggorokan, demam, lemas, dan nafsu makan menurun. Beberapa anak mengalami nyeri otot dan membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk pulih sepenuhnya.

Virus menyebar melalui partikel pernapasan ketika orang yang terinfeksi berbicara, batuk, atau bersin. Permukaan yang terkontaminasi juga dapat menjadi sumber penularan, sehingga kebersihan tangan dan pembersihan benda yang sering disentuh penting untuk mencegah penyebaran.

Upaya pencegahan

Untuk melindungi anak, terutama bayi, langkah pencegahan tidak hanya bergantung pada kekebalan individu. Perbaikan ventilasi ruang, pengurangan kepadatan di tempat penitipan, kebersihan tangan, dan sanitasi permukaan perlu diterapkan secara konsisten di lingkungan anak.

Langkah-langkah tersebut membantu menurunkan risiko penularan influenza dan mengurangi kemungkinan anak mengalami gejala berat yang memerlukan perawatan rumah sakit.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait