Ekonomi

KAI Rayakan 159 Tahun Sejarah Kereta Api di Semarang

Bagikan:
Kereta bersejarah melintas di depan Stasiun Semarang Tawang saat peringatan 159 tahun

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggelar perjalanan peringatan 159 tahun sejarah perkeretaapian pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan bertajuk KAI Heritage Week 2026 menelusuri rute bersejarah dari Stasiun Semarang Tawang menuju Stasiun Kedungjati untuk mengenang lintasan awal kereta api di Semarang, Jawa Tengah.

Rute dan jejak sejarah

Rangkaian kereta bersejarah melaju mengikuti jalur awal yang dahulu dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Pekerjaan konstruksi dimulai dengan pencangkulan perdana pada 17 Juni 1864 di Kemijen. Lintasan Semarang–Tanggung sepanjang sekitar 25 kilometer kemudian resmi beroperasi pada 10 Agustus 1867.

Pada 21 Mei 1873, jaringan rel Kedungjati mulai terhubung ke Surakarta dan Ambarawa, menandai ekspansi penting dalam sistem transportasi rel di Jawa Tengah. Perjalanan peringatan ini membawa peserta kembali melihat tahapan awal tersebut.

Acara peringatan dan kegiatan pendukung

Selain perjalanan KLB, penyelenggara menggelar penandatanganan prasasti dan penyerahan program Corporate Social Responsibility (CSR) di Stasiun Tanggung. Perayaan juga menampilkan pagelaran fashion show dan pertunjukan teatrikal bertema sejarah perkeretaapian nasional.

Kegiatan ini dirancang sebagai gabungan penghormatan sejarah dan penguatan peran stasiun bersejarah sebagai fasilitas edukasi serta potensi wisata heritage.

Pernyataan pimpinan KAI

"KAI Heritage Week 2026 membawa tema perjalanan sejarah, heritage, kebudayaan, dan kebangsaan Indonesia. Melalui perjalanan ini kita kembali melihat bagaimana kereta api memiliki perjalanan panjang sejak awal dibangun hingga berkembang menjadi moda transportasi yang melayani masyarakat Indonesia,"

Demikian disampaikan Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, saat paparan di Semarang. Bobby menegaskan bahwa stasiun-stasiun seperti Tanggung dan Kedungjati menjadi saksi penting perkembangan moda transportasi massal berbasis rel.

"Dari perjalanan sejarah ini kita dapat melihat bahwa kereta api memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia,"

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menambahkan bahwa jalur awal dibangun untuk mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi barang. Menurut Anne, momentum ini efektif untuk mengenang serta mengedukasi publik tentang evolusi jaringan rel di Indonesia.

Makna jangka panjang

Bobby menyatakan bahwa pelestarian nilai sejarah menjadi bagian dari landasan transformasi korporasi. Stasiun Kedungjati dipandang potensial sebagai pusat pembelajaran transportasi rel dan destinasi wisata sejarah.

Perayaan 159 tahun ini bukan sekadar retrospeksi. KAI juga menegaskan komitmen menghadirkan layanan kereta api yang semakin andal untuk masyarakat, sembari menjaga warisan sejarah perkeretaapian.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait