Dari Lapangan Basket ke Kokpit Turkish Airlines
Gerard Sahanaja, alumni SMAK PENABUR Gading Serpong (lulus 2010), menapaki karier dari lapangan basket sekolah hingga menjadi pilot di Turkish Airlines. Cerita itu bermula dari kegiatan ekstrakurikuler dan dukungan guru, lalu berlanjut ke pendidikan penerbangan dan pengalaman profesional yang membentuk nilai hidupnya.
Jejak di lapangan basket
Semasa SMA, Gerard aktif dalam tim basket sekolah dan mengikuti berbagai kompetisi. Kemampuan itu mengantarkannya mewakili Provinsi Banten pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2009. Kegiatan olahraga mengajarkannya disiplin, kerja keras, dan mental bertanding.
"Saya dulu aktif main basket," ujar Gerard mengenang masa sekolahnya.
Selain pengalaman di lapangan, Gerard juga menyimpan kenangan kuat terhadap guru dan wali kelas yang mendorongnya tetap fokus. Ia menyoroti peran seorang guru Matematika yang membimbingnya saat kelas XI.
"Saya dulu punya wali kelas yang sangat baik dan selalu mendukung saya ketika berada di kelas 11. Saat ini beliau juga masih mengajar, namanya Pak Dodi, guru Matematika," tuturnya.
Langkah ke dunia penerbangan
Setelah lulus SMA, Gerard melanjutkan ke Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug. Ia menyelesaikan pendidikan pada 2015 dan memasuki industri penerbangan sejak 2017. Kariernya berkembang hingga akhirnya ia menjadi pilot bagi Turkish Airlines.
"Saya lulus tahun 2015 dan mulai berkarier di dunia penerbangan dari tahun 2017 sampai saat ini," kata Gerard.
Perjalanan dari atlet sekolah menjadi profesional di ketinggian menunjukkan bagaimana pengalaman masa muda dapat menjadi modal karier. Disiplin olahraga dan dukungan pendidik terbukti berperan besar.
Nilai sekolah yang dibawa sepanjang karier
Gerard menegaskan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan di PENABUR tetap membimbingnya, terutama sikap spiritual dan etos kerja. Ia menekankan pentingnya mengandalkan Tuhan sekaligus berusaha keras untuk mencapai tujuan.
"Selalu mengandalkan Tuhan dan berusaha dengan tekun agar bisa mendapatkan hasil yang kita impikan," ungkap Gerard.
Nilai-nilai itu ia rangkum dalam program BEST yang diajarkan di sekolah. Bagi Gerard, prinsip-prinsip ini relevan dalam tugasnya sebagai pilot maupun dalam kehidupan sehari-hari.
- Be Tough — membentuk karakter dan ketangguhan spiritual.
- Excel Worldwide — mendorong penguasaan ilmu dan kepemimpinan global.
- Share with Society — menanamkan kepedulian sosial dan menghargai kemajemukan.
- Trust in God — mengajarkan ketergantungan dan ketakwaan kepada Tuhan.
Pesan untuk generasi muda
Sebagai alumni, Gerard memberi pesan agar siswa memanfaatkan waktu sekolah sebaik mungkin dan tidak mudah menyerah. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan tetap berdoa dalam setiap langkah.
Perjalanan Gerard menjadi contoh bagaimana pengalaman sekolah dan nilai-nilai pendidikan dapat mengarahkan karier profesional di kancah internasional.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
BRIN Dorong AI Safety Institute untuk Uji Agentic AI
BRIN mengusulkan AI Safety Institute untuk menguji dan mengawasi agentic AI sebelum digunakan luas, demi kes...
PureBIO Go: Teknologi Baru Toshiba untuk Kendali Aroma Kulkas
Toshiba memperkenalkan PureBIO Go di seri kulkas dua pintu untuk menekan aroma dan bakteri, lengkap dengan d...
Es Laut Arktik Capai Titik Minimum 2026, Tetap Rendah
Es laut Arktik mencapai titik minimum 2026 pada 12 September, seluas sekitar 4,6 juta km², masih termasuk re...
Letusan Anak Krakatau Tambah 32,8 Ha Daratan di Selat Sunda
Letusan 4–6 Sept menambah sekitar 32,8 ha daratan Anak Krakatau; dua bongkahan kecil terdeteksi dan publik d...
Es Kutub Hilang 12,5 Triliun Ton dalam 50 Tahun
Greenland dan Antarktika kehilangan 12,5 triliun ton es sejak 1970-an hingga 2023, berkontribusi lebih dari...
Hubble Capai 200 Ribu Orbit, Pantau Kembalinya Supernova Athena
Hubble mencapai orbit ke-200.000 dan mengamati kembalinya supernova Athena untuk membantu pemetaan massa gug...