Untirta Didorong Siapkan SDM Hadapi Perubahan Industri
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) didorong menyesuaikan pengembangan pendidikan dengan perubahan industri dan teknologi yang berlangsung cepat. Ketua Ikatan Alumni Untirta, Lamhot Sinaga, menyampaikan dorongan itu dalam keterangan tertulis pada Jumat, 25 September 2026. Ia menekankan perlunya lulusan yang mampu beradaptasi menghadapi kecerdasan buatan, otomasi, dan ekonomi digital.
Perubahan industri dan tuntutan kompetensi
Lamhot mengatakan dinamika ekonomi di Banten menuntut kompetensi yang sesuai kebutuhan industri. Sektor industri, perdagangan, jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif disebut sebagai area yang cepat berubah. Oleh karena itu, kampus perlu mempersiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga keterampilan praktis dan karakter.
"Mahasiswa Untirta harus dipersiapkan bukan hanya untuk menghadapi dunia hari ini, tetapi juga dunia sepuluh atau dua puluh tahun ke depan. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, teknologi, kewirausahaan, dan karakter harus berjalan bersama,"
Peran riset, inovasi, dan kolaborasi
Untuk menjawab tantangan itu, Lamhot mendorong Untirta memperkuat riset, inovasi, kewirausahaan, dan teknologi. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus dan dunia industri. Riset tanpa manfaat praktis menurutnya tidak cukup; inovasi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
"Riset harus memiliki kebermanfaatan, inovasi harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Pendidikan harus memiliki keterhubungan dengan realitas ekonomi yang dihadapi masyarakat,"
Mendorong jiwa wirausaha dan peran alumni
Lamhot berpendapat lulusan perguruan tinggi perlu didorong menjadi pencipta lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja. Kampus harus membekali mahasiswa dengan kemampuan menciptakan usaha dan mengembangkan inovasi agar lahir mesin pertumbuhan ekonomi baru.
"Kalau setiap tahun lahir generasi muda yang memiliki kemampuan menciptakan usaha, mengembangkan teknologi, dan membangun inovasi. Maka kampus secara tidak langsung ikut menciptakan mesin pertumbuhan ekonomi baru,"
Selain itu, Lamhot mendorong penguatan hubungan antara Untirta, alumni, dan dunia profesional. Ia menilai alumni dapat berkontribusi melalui pengalaman, jejaring, dan pendampingan bagi pengembangan pendidikan dan kewirausahaan di kampus.
"IKA Untirta harus menjadi jembatan yang mempertemukan potensi kampus dengan pengalaman para alumni. Kita ingin alumni hadir dalam pengembangan pendidikan, penelitian, kewirausahaan, jejaring industri, dan pengabdian kepada masyarakat,"
Penutup: Tantangan dan harapan
Pandangan Lamhot disampaikan pada momentum Dies Natalis ke-45 Untirta. Ia berharap kampus dapat semakin memperkuat kontribusinya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan Banten dan Indonesia. Perubahan teknologi dan ekonomi memberi tekanan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi untuk bertransformasi.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
BRIN Dorong AI Safety Institute untuk Uji Agentic AI
BRIN mengusulkan AI Safety Institute untuk menguji dan mengawasi agentic AI sebelum digunakan luas, demi kes...
PureBIO Go: Teknologi Baru Toshiba untuk Kendali Aroma Kulkas
Toshiba memperkenalkan PureBIO Go di seri kulkas dua pintu untuk menekan aroma dan bakteri, lengkap dengan d...
Es Laut Arktik Capai Titik Minimum 2026, Tetap Rendah
Es laut Arktik mencapai titik minimum 2026 pada 12 September, seluas sekitar 4,6 juta km², masih termasuk re...
Letusan Anak Krakatau Tambah 32,8 Ha Daratan di Selat Sunda
Letusan 4–6 Sept menambah sekitar 32,8 ha daratan Anak Krakatau; dua bongkahan kecil terdeteksi dan publik d...
Es Kutub Hilang 12,5 Triliun Ton dalam 50 Tahun
Greenland dan Antarktika kehilangan 12,5 triliun ton es sejak 1970-an hingga 2023, berkontribusi lebih dari...
Hubble Capai 200 Ribu Orbit, Pantau Kembalinya Supernova Athena
Hubble mencapai orbit ke-200.000 dan mengamati kembalinya supernova Athena untuk membantu pemetaan massa gug...