IHSG Sesi I Turun 0,97% ke 6.181 pada 28 Sep 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada sesi I perdagangan hari Senin, 28 September 2026. IHSG turun 60,45 poin atau 0,97% ke level 6.181,43 setelah dibuka pada 6.209,74.
Pergerakan pasar
Pada pembukaan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.227,89 dan bergerak hingga terendah 6.174,30. Penurunan ini tercatat seiring meningkatnya ketidakpastian pasar global dan dinamika ekonomi domestik yang memengaruhi sentimen investor.
Data perdagangan sesi I
Nilai transaksi hingga jeda sesi pertama mencapai Rp6,41 triliun dengan volume perdagangan 23,38 miliar saham. Pergerakan saham menunjukkan tekanan luas: 193 saham menguat, 496 saham melemah, dan 102 saham stagnan.
Faktor domestik: PHK dan daya beli
Investor mencermati data pemutusan hubungan kerja (PHK) yang meningkat sepanjang Januari–Agustus 2026. Menurut data yang dikutip Tim Pilarmas Investindo Sekuritas, sebanyak 53.490 pekerja terdampak PHK, naik 20,65% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Ketika puluhan ribu pekerja kehilangan sumber pendapatan, konsumsi rumah tangga berpotensi mengalami perlambatan, terutama pada barang dan jasa,”
Tim Pilarmas menilai kenaikan PHK berpotensi memberi tekanan pada daya beli. Penurunan konsumsi rumah tangga bisa menahan laju pertumbuhan ekonomi yang bergantung pada belanja domestik.
Faktor global: Imbal hasil AS dan hubungan dagang
Dari sisi internasional, pelaku pasar memantau pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury). Tim Pilarmas menyoroti kemungkinan menyempitnya yield spread antara tenor dua dan 10 tahun, yang dapat mengubah ekspektasi kebijakan moneter The Fed dan prospek ekonomi AS.
Selain itu, sentimen hubungan dagang antara AS dan Tiongkok tetap menjadi perhatian. Kedua negara tercatat mencapai beberapa kesepakatan, tetapi sejumlah isu belum terselesaikan, sehingga volatilitas pasar berpotensi berlanjut.
Prospek sesi berikutnya
Pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati sentimen global dan indikator domestik yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG pada sesi kedua. Pergerakan bursa regional dan perkembangan data ekonomi dalam negeri akan menjadi referensi utama investor hingga penutupan hari ini.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...