Ekonomi

Prakiraan IHSG: Minim Katalis, Rawan Terkoreksi

Bagikan:
Grafik IHSG dan aktivitas jual-beli saham di Bursa Efek Indonesia

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi tetap lesu pada sesi hari ini, Senin, 28 September 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi setelah ditutup turun 0,90% ke level 6.241,8 pada pekan lalu, disertai arus keluar modal asing dan sedikitnya katalis positif.

Kinerja pasar terakhir

Pada penutupan Jumat lalu, investor asing melakukan aksi jual bersih dengan nilai sekitar Rp440 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing antara lain:

  • TLKM
  • BMRI
  • BBRI
  • ASII
  • BBNI

Data ekonomi dan sentimen yang dipantau hari ini

Pelaku pasar dikabarkan akan memantau beberapa rilis data penting. Data Purchasing Managers' Index (PMI) menjadi perhatian utama, disusul data neraca perdagangan dan inflasi yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) awal Oktober.

"Hari ini Investor akan menantikan data Purchasing Managers' Index (PMI). Pasar juga menantikan data neraca perdagangan dan inflasi yang akan dirilis BPS awal bulan Oktober,"

Perubahan aturan BEI

Mulai hari ini BEI resmi menurunkan batas minimum harga saham di pasar reguler dan pasar tunai. Batas minimum yang semula Rp50 per saham kini menjadi Rp1 per saham. Perubahan ini dimaksudkan untuk meningkatkan likuiditas dan memperluas akses transaksi bagi saham dengan nilai nominal kecil.

Pengaruh eksternal: geopolitik, minyak, dan imbal hasil

Perkembangan geopolitik menjadi risiko yang masih diwaspadai pasar. Isu antara AS dan Iran, serta kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz, ikut memengaruhi sentimen komoditas dan energi.

"Investor optimis Selat Hormuz dapat dibuka kembali setelah Iran mengusulkan AS kembali pada nota kesepahaman bulan Juni. Nota tersebut sebelumnya gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik Timur Tengah,"

Harga minyak dunia mengalami koreksi, tetapi harga Brent masih berada di atas USD100 per barel. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS untuk tenor 10 tahun tetap tinggi pada level sekitar 5,17%, yang menambah tekanan terhadap aset berisiko.

Proyeksi IHSG

Sejumlah analis memperkirakan IHSG berpotensi menguji level lebih rendah dalam rentang 6.186 hingga 6.200 pada perdagangan hari ini.

"IHSG hari ini berpotensi menguji level 6.186 hingga 6.200,"

Dengan kombinasi arus jual asing, aturan BEI yang baru, rilis data domestik serta ketidakpastian eksternal, gerak IHSG diperkirakan masih terbatas dan rawan koreksi. Investor disarankan memantau rilis data ekonomi dan perkembangan geopolitik sebagai penentu arah pasar berikutnya.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait