Kemenbud Targetkan Pemulangan 30.000 Fosil Dubois Akhir 2026
Kementerian Kebudayaan menargetkan pemulangan sekitar 30.000 fosil koleksi Eugene Dubois dari Museum Naturalis, Belanda, pada akhir 2026 atau paling lambat awal 2027. Pernyataan itu disampaikan Menteri Kebudayaan saat mengunjungi Museum Naturalis dan meninjau kondisi penyimpanan koleksi Dubois.
Rencana pemulangan dan kondisi koleksi
Dalam kunjungan tersebut, Kemenbud mengecek koleksi yang tersimpan dalam tiga kontainer berukuran 40 feet. Pemerintah menilai ini langkah penting untuk memperkuat akses penelitian terhadap warisan paleontologi Indonesia yang selama ini tersimpan di luar negeri.
"Sebagian koleksi masterpiece sudah kembali ke Indonesia, sedangkan lainnya kini dalam perjalanan. Kami berharap pemulangan sekitar 30.000 fosil tersebut dapat berlangsung akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan,"
Pernyataan itu disampaikan Menteri Kebudayaan kepada wartawan di Museum Bing Slamet, Jakarta Pusat, Minggu, 27 September 2026. Pemeriksaan langsung dilakukan untuk memastikan kondisi fisik dan kelengkapan dokumentasi pengiriman.
Koleksi lain yang akan diminta
Selain koleksi Dubois, Kemenbud juga akan meminta pemulangan sejumlah koleksi lain yang masih berada di Museum Naturalis. Target ini meliputi barang-barang yang selama ini sulit diakses oleh peneliti Indonesia.
- Fosil terkait koleksi Raden Saleh
- Lukisan Raden Saleh
- Human remains (sisa-sisa manusia)
- Artefak yang tersimpan di ruang penyimpanan Museum Naturalis
Alasan pemulangan dan manfaat penelitian
Pemerintah menjelaskan sebagian koleksi hanya tersimpan di ruang penyimpanan tanpa akses luas bagi peneliti Indonesia. Pemulangan dimaksudkan agar penelitian dapat dilakukan langsung di tanah air dengan fasilitas dan konteks lokal yang lebih memadai.
Upaya ini diharapkan memperluas kesempatan kajian sejarah dan kebudayaan, serta memperkaya sumber belajar untuk pendidikan dan pengembangan kebudayaan nasional. Dengan koleksi kembali ke Indonesia, akses publik dan akademisi akan meningkat.
"Kita ingin pindahkan ke Indonesia. Supaya para peneliti bisa meneliti di Indonesia,"
Proses koordinasi dan langkah selanjutnya
Kemenbud menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Museum Naturalis untuk memastikan proses pemulangan berjalan sesuai tahapan yang disepakati. Langkah administrasi, konservasi, dan logistik menjadi fokus agar koleksi tiba dalam kondisi terjaga.
Jika proses berjalan sesuai rencana, kedatangan koleksi Dubois akan membuka akses penelitian baru dan memperkuat peran museum serta lembaga riset Indonesia dalam mengolah warisan paleontologi nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Dirjenpas Klarifikasi Temuan di Hunian Lapas Cibinong
Dirjenpas Mashudi menjelaskan temuan minuman beralkohol, bingkai foto, dan status 16 unit rumah dinas di Lap...
Hari Kereta Api Nasional: Sejarah Pengambilalihan 28 September
Hari Kereta Api Nasional diperingati tiap 28 September untuk mengenang pengambilalihan fasilitas kereta api...
BMKG: Puncak Musim Hujan 2026/2027 Terjadi Bertahap per Wilayah
BMKG memprediksi puncak musim hujan 2026/2027 terjadi bertahap dari Desember 2026 hingga Februari 2027, deng...
Pencarian Korban KM Virgo Terkendala, Risiko bagi Penyelam
Operasi pencarian KM Virgo terhambat oleh perubahan kemiringan kapal, visibilitas rendah, bocornya BBM, dan...
Hari Kereta Api Nasional ke-81: Sejarah dan Perjalanan Kereta di RI
Hari Kereta Api Nasional ke-81 diperingati 28 September 2026, mengenang pengambilalihan aset perkeretaapian...
Kecelakaan Truk Tangki LPG di Tol Jagorawi, Ini Penjelasan Pertamina
Pertamina jelaskan kecelakaan truk tangki LPG di Tol Jagorawi; tak ada korban jiwa, penanganan muatan dan ke...