Kementerian Kebudayaan Gelar Pentas KILA 2026 untuk Bangkitkan Lagu Anak
Kementerian Kebudayaan menggelar Pentas Kita Cinta Lagu Anak Indonesia (KILA) pada Minggu, 27 September 2026, di Amfiteater Taman Bendera Pusaka, Jakarta. Acara bertema "Senangnya Menjadi Anak Indonesia" digelar untuk menghidupkan kembali lagu anak bermakna dan mengembangkan talenta musik sejak usia dini.
Tujuan dan penyelenggaraan
Program ini bertujuan mendorong penciptaan lagu anak yang mendidik dan memasyarakatkan karya anak Indonesia. Pelaksanaan KILA 2026 merupakan program tahunan Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan yang dimulai sejak 2020.
"Pelaksanaan KILA 2026 merupakan program tahunan ... Konsisten mendorong penciptaan, pengembangan, dan pemasyarakatan lagu anak Indonesia yang mendidik, serta mendukung pembentukan talenta, khususnya bidang musik," ucap Irini Dewi Wanti.
Jumlah peserta dan kategori lomba
Pendaftaran KILA 2026 dibuka pada 22 Juni hingga 31 Agustus 2026. Tercatat 814 peserta mendaftar dan resmi mengikuti dua kategori lomba tahun ini.
Ada dua kategori utama: Lomba Cipta Lagu dan Lomba Nyanyi Lagu Anak. Lomba Cipta Lagu diikuti oleh 168 peserta, sedangkan Lomba Nyanyi diikuti 646 peserta.
Proses seleksi dan finalis
Seleksi Lomba Cipta Lagu dilakukan pada 17 September dan memilih enam lagu terbaik yang melaju ke fase berikutnya. Untuk Lomba Nyanyi, penyeleksian berlangsung pada 16–17 September, dan panitia menetapkan 30 finalis.
Panitia menilai selain kualitas musikal, juga pesan pendidikan dan kecocokan lirik untuk anak usia 5–13 tahun.
Pandangan Menteri Kebudayaan
Menteri Kebudayaan menekankan peran lagu anak dalam memperkenalkan bahasa dan budaya. Ia menilai lirik sederhana dapat membangun koneksi emosional dan memberikan kegembiraan bagi anak.
"Kita tahu bahwa lagu anak-anak itu merupakan perpaduan dari kesederhanaan, rimanya sederhana, dan ada koneksi emosi yang dijalin. Untuk memberikan pengenalan awal terhadap bahasa, budaya, dan terutama untuk kesenangan dan kebahagiaan anak-anak," kata Fadli Zon.
Ia mencontohkan lagu klasik seperti Pelangi-Pelangi dan Bintang Kecil yang tetap dikenal luas. Fadli berharap semakin banyak lagu anak Indonesia yang populer dan membawa misi budaya.
Dampak dan komitmen ke depan
Melalui KILA, Kementerian menegaskan komitmen menghidupkan kembali lagu anak yang bermakna dan mendidik. Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi anak-anak untuk terus berkarya dan bangga menjadi bagian dari budaya Indonesia.
Panitia dan pemerintah mendorong peserta yang belum lolos untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan musikal mereka.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
PPBN 2026 Siapkan Generasi Muda Jadi Duta Pelestari Batik
PPBN 2026 angkat tema Batik Derawan dan Maratua; ajang ini membekali generasi muda jadi duta budaya lewat ka...
HBRC Bandung Rayakan Anniversary ke-17 di Ciwidey
HBRC Bandung merayakan Anniversary ke-17 di Ciwidey dengan sekitar 1.000 peserta, memperkuat ikatan komunita...
BRI Junio x MLBB: Kartu Debit Edisi Khusus dan Beragam Benefit
BRI berkolaborasi dengan Mobile Legends luncurkan BRI Junio: kartu debit edisi khusus, hadiah collectible, c...
Pemerintah Larang Konser Israel Houghton di Jakarta karena Isu Keamanan
Pemerintah melarang konser Israel Houghton di Jakarta 24 Okt 2026 karena kekhawatiran keamanan dan dugaan du...
Dubes RI Ottawa Gelar Runway dan Pameran Rayakan Hari Batik Nasional
Kedutaan RI di Ottawa menggelar pameran dan fashion show batik untuk merayakan Hari Batik Nasional, dihadiri...
JRF 2026 Raih Label Emas World Athletics, Transportasi Gratis Peserta
JRF 2026 jadi road race pertama di Indonesia berlabel Gold World Athletics; acara 22-25 Okt di GBK dan peser...