Apa yang Terjadi pada Tubuh setelah Terpapar Rabies?
Pada Hari Rabies Sedunia yang diperingati setiap 28 September, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahaya rabies: virus masuk lewat air liur hewan, biasanya melalui gigitan, lalu menyerang sistem saraf manusia. Jika tidak ditangani segera, rabies hampir selalu berujung fatal. Artikel ini menjelaskan bagaimana virus bergerak dalam tubuh, gejala yang muncul, dan langkah pencegahan darurat yang harus dilakukan.
Bagaimana virus rabies masuk dan menyebar
Virus rabies masuk ke tubuh melalui gigitan atau apabila air liur hewan terinfeksi mengenai luka terbuka atau selaput lendir. Setelah masuk, virus bergerak sepanjang saraf menuju sistem saraf pusat. Proses ini memungkinkan virus mencapai otak dan bagian lain dari sistem saraf.
Masa inkubasi: kapan gejala muncul?
Menurut WHO, gejala rabies tidak langsung muncul. Masa inkubasi biasanya berkisar beberapa minggu hingga beberapa bulan. Lama masa inkubasi bervariasi pada tiap orang dan dipengaruhi oleh lokasi luka serta kedalaman gigitan.
Gejala awal dan tanda progresif
Pada tahap awal, rabies dapat tampak seperti penyakit umum. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mencatat gejala awal meliputi demam dan sakit kepala. Di sekitar bekas gigitan sering muncul rasa sakit, kesemutan, atau gatal sebagai tanda permulaan infeksi.
- Gejala awal: demam, sakit kepala, nyeri atau kesemutan di lokasi luka.
- Fase lanjut: kebingungan, kecemasan, gangguan tidur, dan halusinasi.
- Tanda khas: kesulitan menelan yang dapat menyebabkan hidrofobia atau ketakutan terhadap air.
Jika virus sudah menyerang otak, kondisi dapat memburuk cepat dan berujung pada kelumpuhan serta koma. WHO menyatakan rabies hampir selalu menyebabkan kematian setelah gejala klinis muncul.
Penanganan darurat: pencegahan setelah terpapar
Rabies dapat dicegah bila penanganan diberikan cepat setelah terpapar. WHO merekomendasikan membersihkan luka segera dengan sabun dan air mengalir selama minimal 15 menit. Setelah itu, segera cari pertolongan medis.
- Cuci luka dengan sabun dan air mengalir setidaknya 15 menit.
- Segera datangi fasilitas kesehatan untuk evaluasi risiko.
- Tenaga kesehatan akan menentukan kebutuhan post-exposure prophylaxis (PEP), yang dapat mencakup vaksin rabies dan obat tambahan.
PEP sangat efektif bila diberikan tepat waktu, karena dapat menghentikan virus sebelum mencapai otak.
"Stronger Together" — tema Hari Rabies Sedunia 2026 yang ditekankan WHO untuk memperkuat kerja sama global dalam pencegahan rabies.
Kesimpulan dan pesan penting
Gigitan atau cakaran hewan harus dipandang serius. Pertolongan dini—pembersihan luka dan pemeriksaan medis—bisa menyelamatkan nyawa. Peringatan Hari Rabies Sedunia menjadi pengingat agar masyarakat, tenaga kesehatan, dan otoritas bekerja bersama mencegah penularan dan menurunkan angka kematian akibat rabies.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Kasus ISPA di Tangerang Tembus 43.000 Akibat Kemarau Panjang
Dinkes Kabupaten Tangerang melaporkan 43.000 kasus ISPA selama Juli–Agustus 2026 akibat kemarau panjang dan...
RSK Dharmais Canangkan Program Net Zero Hospital untuk Kurangi Emisi
RSK Dharmais mengumumkan Program Net Zero Hospital (25 Sept 2026) untuk memangkas emisi lewat efisiensi ener...
RSK Dharmais Targetkan Pengurangan Sampah Lewat Net Zero Hospital
RSK Dharmais luncurkan program Net Zero Hospital untuk tekan 1,5 ton sampah per hari dan tingkatkan efisiens...
Pangan Ultra-Proses Tak Bisa Dinilai dari Pengolahan Saja
Ahli IPB: pangan ultra-proses tidak bisa dinilai hanya dari pengolahan; kandungan gizi, tujuan, keamanan, da...
Kemenkes Siapkan Tenaga Cadangan dan Masker Hadapi Kabut Asap
Kemenkes menyiapkan tenaga cadangan dan mendistribusikan masker untuk merespons dampak kabut asap Karhutla d...
Kemenkes Pantau Dampak Kabut Asap Karhutla pada Anak
Kemenkes memantau dampak kabut asap Karhutla di tujuh provinsi; anak rentan ISPA, layanan kesehatan dan pos...