Kesehatan

AI Bantu Kenali Kondisi Kulit di Wardah Derma Longevity Lab

Bagikan:
Demonstrasi analisis kulit berbasis AI dan pemeriksaan dermatologi di acara Wardah

Wardah memperkenalkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu masyarakat memahami kondisi kulit dan kebutuhan perawatan secara personal. Acara Wardah Derma Longevity Lab digelar pada 24–27 September 2026 di Main Atrium Pondok Indah Mall 2, Jakarta, dengan serangkaian pemeriksaan kulit berbasis AI dan penilaian gaya hidup.

AI untuk analisis kulit yang lebih terukur

Salah satu perangkat utama adalah Advanced Personalized Skin Analyzer, alat berbasis AI yang menilai berbagai parameter kulit dan mengelompokkannya menurut standar dermatologis. Hasil analisis ini kemudian dipadukan dengan penilaian gaya hidup untuk menghasilkan Skin ID Blueprint.

Skin ID Blueprint mengaitkan sinyal kulit, kondisi skin barrier, dan kebiasaan harian sehingga gambaran kondisi menjadi lebih menyeluruh. Hasilnya dapat dikonsultasikan bersama dermatolog untuk menyusun rekomendasi perawatan yang lebih personal.

Pemeriksaan dan teknologi pendukung

Selain analisis AI, pengunjung diperkenalkan sejumlah pemeriksaan pendukung yang membantu evaluasi kondisi kulit secara detail:

  • Dermascope untuk mengamati permukaan kulit secara mikroskopis.
  • Temperature Provocation Test dilakukan selektif untuk menilai respons kulit terhadap suhu.
  • Wardah Dryness Test untuk mendeteksi tanda kekeringan, sensasi tertarik, dan gangguan skin barrier.
  • Dino-Lite untuk menghasilkan citra permukaan kulit ber-pembesaran tinggi sebagai perbandingan sebelum dan sesudah perawatan.

Rangkaian pemeriksaan ini memperlihatkan bagaimana teknologi dapat menjadi alat edukasi. Namun, hasil analisis AI ditekankan sebagai informasi pendukung, bukan pengganti diagnosis medis oleh profesional.

Mengenali pemicu dan kategori masalah kulit

Wardah mengidentifikasi empat kategori masalah kulit yang memerlukan pendekatan berbeda:

  • sensitive skin
  • severe dry skin
  • acne dry skin
  • acne oily skin

Faktor pemicu yang memengaruhi kondisi kulit meliputi paparan sinarnya ultraviolet (UV), suhu, angin, polusi, produk kosmetik, stres, dan perubahan hormonal — keseluruhan paparan ini dikenal sebagai skin exposome.

Peran gaya hidup dalam kesehatan kulit

Melalui Advanced Skin ID Blueprint, Wardah mengaitkan kondisi kulit dengan enam aspek gaya hidup:

  • Kualitas tidur
  • Tingkat stres
  • Nutrisi
  • Kesehatan pencernaan
  • Aktivitas fisik
  • Paparan lingkungan harian

Kesadaran terhadap keenam aspek ini membantu memahami hubungan antara rutinitas harian, fungsi skin barrier, dan sinyal yang muncul di kulit. Sensasi seperti terbakar, gatal, atau tingling bisa muncul meski perubahan fisik tidak terlihat jelas.

Implikasi dan langkah ke depan

Inisiatif ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan kulit dan mendorong pendekatan perawatan yang personal. Pemanfaatan AI dan pemeriksaan pendukung dapat memperkaya diskusi antara pasien dan dermatolog, sehingga penentuan perawatan lebih berbasis bukti dan kebutuhan individu.

Meski menjanjikan, teknologi tetap perlu dikombinasikan dengan penilaian profesional untuk memastikan diagnosis dan tata laku perawatan yang tepat.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait