Teleskop Roman Siap Kirim 1,4 TB Data per Hari
Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman telah menjalani uji pengiriman data dan tiga jaringan stasiun bumi di berbagai negara dinyatakan siap menerima aliran data berkecepatan tinggi. Pada pengujian akhir September 2026, stasiun NASA, ESA, dan JAXA mampu menerima data hingga 500 megabit per detik. Langkah ini mempersiapkan Roman untuk memulai operasi sains paling lambat awal 2027.
Hasil pengujian stasiun bumi
Pengujian menegaskan bahwa jaringan penerima di tiga benua mampu menangani volume data besar dari jarak jauh. Teleskop diperkirakan mengirimkan sekitar 1,4 terabyte per hari, menjadi volume harian terbesar di antara misi astrofisika NASA sejauh ini.
- 7 September 2026: Stasiun Antariksa Dalam Misasa milik JAXA, Jepang — menerima hingga 500 Mb/s.
- 8–11 September 2026: Near Space Network NASA di White Sands, New Mexico — antena utama dan cadangan diuji.
- 17 September 2026: Stasiun ESA dekat New Norcia, Australia Barat — berhasil menerima pada kecepatan tertinggi uji.
Teknologi pengiriman dan penanganan data
Roman akan mengirimkan data dari sekitar titik Lagrange 2, kira-kira 1,6 juta kilometer dari Bumi. Data yang dikirim mencakup kondisi instrumen, seperti suhu dan konsumsi daya, serta data gambar awal hasil pengamatan.
Sistem komunikasi dirancang untuk mendeteksi paket data yang tidak tuntas diterima. Jika terjadi gangguan, instrumen akan menyimpan ulang dan pesawat akan melakukan pengiriman ulang beberapa jam kemudian.
Pengaruh cuaca dan pentingnya jaringan global
Keberadaan stasiun di beberapa lokasi penting untuk menjaga kontinuitas penerimaan ketika salah satu lokasi terkena cuaca buruk. Hujan atau badai dapat melemahkan sinyal radio sehingga memengaruhi transfer data.
"Ini merupakan data operasional nyata yang diawali dengan informasi mengenai kondisi instrumen. Seperti suhu, konsumsi daya, dan data gambar awal,"
— Bob Kalogerakos, Insinyur frekuensi radio di Goddard Space Flight Center NASA di Greenbelt.
"Ini adalah pertama kalinya kami mengirimkan data dengan kecepatan maksimum Roman. Saat pengujian berlangsung, Jepang juga dilanda topan dan kondisinya tidak sempurna, sehingga pengujian ini menjadi sangat ketat,"
— Matthew Wasiak, Insinyur sistem tingkat lanjut di NASA Goddard.
Jangka pendek dan implikasi operasi
Dengan lulusnya pengujian ini, tim misi memperkecil risiko gangguan data saat operasi sains dimulai. Keandalan jaringan dan kemampuan retransmisi menjadi kunci agar data ilmiah tersimpan dan diterima utuh di Bumi.
Penyiapan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antar-badan antariksa. Untuk informasi resmi terkait misi dan pembaruan teknis, pembaca dapat melihat situs NASA.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
NASA Siapkan SunRISE Pantau Ledakan Matahari 2027
NASA menargetkan peluncuran misi SunRISE pertengahan 2027 untuk memantau gelombang radio ledakan Matahari da...
Hari Komunikasi Damai: Etika Komunikasi Digital yang Diperlukan
Peringatan 7 Oktober mendorong etika komunikasi digital untuk mencegah kebencian, misinformasi, dan perundun...
NASA Uji Metode Hadapi Tetesan Air Superdingin di Awan
NASA menguji metode baru di Icing Research Tunnel untuk memahami dan mengatasi bahaya pembentukan es dari te...
HP OmniBook 5 Tantang MacBook Neo di Segmen Laptop Terjangkau
HP OmniBook 5 diluncurkan 5 Oktober 2026 dan menantang MacBook Neo lewat layar OLED, pilihan prosesor, dan k...
Apa Itu Black Hole? Fakta Ilmiah dan Penjelasan NASA
Ringkasan definisi black hole, event horizon, accretion disk, dan cara astronom mengamatinya menurut penjela...
Pemeriksaan Ci Mehong Soroti Bahaya Manipulasi Konten Digital
Pemeriksaan Ci Mehong di Polda Metro menyoroti risiko manipulasi konten digital yang mengubah konteks dan me...