Museum Bing Slamet Hadirkan Spot Foto Interaktif dan Koleksi Pribadi
Museum Bing Slamet yang diresmikan pada Minggu, 27 September 2026 di Jakarta Pusat, menawarkan spot foto interaktif dan koleksi pribadi Bing Slamet untuk publik. Museum ini menempatkan pengalaman pengunjung sebagai fokus, dengan area di bagian belakang yang memungkinkan pengunjung meniru ekspresi wajah sang seniman sambil melihat benda pribadi miliknya.
Spot Foto Interaktif
Di bagian belakang museum tersedia area foto yang dirancang untuk pengalaman interaktif. Pengunjung dapat memilih berbagai foto ekspresi Bing Slamet lalu menirukannya di depan kaca, menjadikan kunjungan lebih menarik dan partisipatif.
"Ada spot foto Bing Slamet yang bisa jadi tantangan pengunjung dengan mengikuti ekspresi melalui kaca di sana. Pengunjung memilih ekspresi dan dinding yang ditirukan, kemudian bisa melihat koleksi pakaian dan tas kerja Bing Slamet," ujar Adi Bing Slamet seusai peresmian.
Koleksi Pribadi dan Etalase
Museum menampilkan etalase yang menyimpan pakaian-pakaian panggung Bing Slamet, tas kerja, dan paspor pribadi sebagai bagian dari koleksi utama. Benda-benda ini memperlihatkan sisi profesional dan personal sang seniman sepanjang kariernya.
- Pakaian panggung yang pernah dikenakan Bing Slamet
- Tas kerja yang selalu dibawa dalam aktivitas seni
- Paspor pribadi sebagai bukti perjalanan karier
"Terus ada juga ruangan yang di etalasi baju-baju Bing Slamet. Sama tas kerjanya, ada paspornya bapak," kata Adi Bing Slamet.
Jejak Sejarah dan Warisan Budaya
Bangunan yang kini menjadi museum awalnya berdiri sekitar 1956 dan menjadi tempat pertemuan seniman serta budayawan. Pada 1950-an hingga 1970-an, rumah itu menjadi ruang dialog, diskusi, dan kolaborasi yang berperan penting dalam dinamika seni di Indonesia.
"Rumah ini menjadi tempat pertemuan para seniman budayawan, khususnya pada tahun 1950-an, 1960-an, dan 1970-an hingga wafatnya Bing. Pertemuan, dialog, dan diskusi berlangsung di sini hingga Bing Slamet wafat pada 1974, meninggalkan banyak kenangan bagi generasi," ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Kiprah Bing Slamet juga menginspirasi rekan seniman. Salah satu contoh adalah Titiek Puspa yang menulis lagu berjudul Bing setelah kepergian Bing Slamet, lagu yang masih populer dan menyentuh hingga kini.
Dengan kombinasi spot interaktif dan koleksi bersejarah, Museum Bing Slamet berpotensi menjadi pusat edukasi budaya dan destinasi wisata seni di Jakarta. Ke depan museum ini dapat menyelenggarakan pameran dan program publik untuk menjaga warisan Bing Slamet bagi generasi muda.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Madani Film Festival 2026 Usung Tema Rimpang, Digelar 7-11 Oktober
Madani Internasional Film Festival 2026 bertema Rimpang digelar 7-11 Oktober di Jakarta, mendorong kolaboras...
Song Kang dan Kim Sohyun Reuni di Drakor 'White Scandal'
Song Kang dan Kim Sohyun dipastikan reuni sebagai pemeran utama drama MBC 'White Scandal', adaptasi webtoon...
DKJ Imbau Warga Waspada Pembelian Tiket 'Orchestra Experience'
DKJ mengimbau warga berhati-hati membeli tiket 'Orchestra Experience' setelah laporan dan pembatalan mendada...
Olivia Pilih Isyana untuk Lagu Pancasila Beraransemen Orkestra
Produser Olivia Zallianty memilih Isyana Sarasvati menyanyikan lagu Pancasila versi orkestra untuk menjangka...
Lee Jae Wook Bintangi Dead-End Job, Tayang 30 Oktober 2026
Lee Jae Wook membintangi serial Netflix Dead-End Job, tentang pekerja paruh waktu yang menerima tawaran berb...
Serial Fast & Furious Tayang 2028, Vin Diesel Jadi Produser
Peacock setujui serial Fast & Furious tayang 2028; Vin Diesel akan menjadi produser eksekutif dan proyek ber...