Alwi Farhan Sabet Perunggu Asian Games 2026 usai Tersingkir di Semifinal
Alwi Farhan meraih medali perunggu pada Asian Games 2026 setelah langkahnya terhenti di semifinal, Senin, 28 September 2026. Bertanding di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, tunggal putra Indonesia itu kalah dua gim langsung dari unggulan pertama asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, dengan skor 13-21 dan 15-21 dalam durasi 49 menit.
Kekalahan di semifinal
Dalam pertandingan semifinal, Kunlavut tampil dominan sehingga Alwi kesulitan mengembangkan permainan. Skor 13-21 dan 15-21 mencerminkan penguasaan lawan di kedua gim. Hasil ini memastikan Alwi mengakhiri turnamen di posisi ketiga dan membawa pulang medali perunggu.
Kelelahan jadi faktor
Alwi, yang berusia 21 tahun, menyebut jadwal padat sebagai salah satu penyebab penampilannya di bawah puncak. Ia sudah melalui rangkaian pertandingan sejak nomor beregu dan sempat memainkan dua laga dalam satu hari.
Alhamdulillah masih bersyukur bisa mencapai babak semifinal. Tentu tidak mudah, tentu capek juga pastinya karena dari main di beregu sampai hari ini bertemu lawan-lawan sangat ketat, ada main dua kali sehari juga.
Ia mengaku mencoba memaksakan kondisi, tetapi tubuhnya tidak mampu tampil maksimal pada laga penentuan.
Saya sudah mencoba dan saya sudah memaksa tubuh saya. Tapi saya rasa tubuh saya benar-benar kelelahan hari ini sehingga tidak bisa berjuang.
Evaluasi dan target ke depan
Meski kecewa, Alwi menyatakan hasil ini menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki fisik dan mental menghadapi turnamen mendatang. Ia menegaskan komitmen untuk terus belajar dan memperkuat diri agar lebih siap pada kesempatan berikutnya.
Dengan apa pun kondisinya, apa pun tantangannya, saya harus bisa mengatasi. Saya harus mencoba lebih kuat, lebih belajar dan ke depannya masih banyak hal yang perlu saya kejar.
Sebelum keberangkatan ke Aichi-Nagoya, Alwi menargetkan dua medali emas pada ajang ini. Target itu belum tercapai, namun ia berharap masih mendapat kesempatan pada perhelatan empat tahun mendatang.
Targetnya dua emas, tapi belum tercapai. Masih ada kesempatan lagi untuk empat tahun ke depan, semoga Tuhan memberikan saya kesempatan.
Hasil ini menambah daftar prestasi Alwi pada level multi-ajang dan memberi gambaran bahwa pengelolaan jadwal serta pemulihan fisik menjadi faktor penting dalam persaingan bulu tangkis tingkat tinggi.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kokoh di Asia Tenggara
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai kalahkan Thailand 4-2, memperkuat dominasi sepak bola negara di Asi...
De la Fuente Puji Lamine Yamal usai Spanyol Tekuk Ceko 3-1
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal setelah Spanyol menaklukkan Republik Ceko 3-1 di Oviedo; Yamal cetak g...
Lamine Yamal Cetak 11 Gol, Perpanjang Rekor di Usia 19
Lamine Yamal menambah koleksi jadi 11 gol untuk Spanyol, mencetak gol di tiga laga awal Nations League dan m...
Dramatis: Pangsuma FC Bangkit dan Taklukkan Proton FC 4-3
Pangsuma FC Kalbar menang dramatis 4-3 atas Proton FC Kuningan di pekan ke-13 Pro Futsal League, 3 Oktober 2...
Blacksteel FC Papua Tekuk Unggul FC 2-0 di PFL 3 Oktober
Blacksteel FC Papua menang 2-0 atas Unggul FC Malang di GOR POPKI Cibubur, 3 Oktober 2026 berkat gol Ardians...
Bintang Timur Surabaya Tekuk Mimika FC 3-1 di PFL 3 Okt 2026
Bintang Timur Surabaya menang 3-1 atas Mimika FC di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 3 Oktober 2026, pada lanjutan P...