Nasional

BGN Bahas Teknologi Pendeteksi Makanan Basi Bersama BRIN

Bagikan:
Perangkat Food Guard deteksi gas pembusukan pada makanan untuk program MBG

Badan Gizi Nasional (BGN)Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pertemuan yang dijadwalkan pekan depan. Pembahasan bertujuan memperkuat keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), kata Kepala BGN, Sudaryono, di Kantor BGN, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

Pertemuan BGN dan BRIN

Sudaryono mengatakan pertemuan akan digelar dalam waktu dekat untuk melihat langsung teknologi yang pernah dipaparkan BRIN kepada Presiden. Ia menyebut jadwal presentasi kemungkinan berlangsung pada Senin atau Selasa.

BRIN itu tadinya mau saya panggil hari ini, tapi beliaunya ada yang pendeteksi basi di nasi, di apa kan ada yang ditunjukkan ke Presiden. Rencananya Senin apa Selasa kami minta untuk bisa dipaparkan kepada kami

Pertemuan ini menandakan dorongan BGN untuk memastikan alat pendeteksi dapat diaplikasikan dalam rantai distribusi MBG. Fokus utama adalah mencegah makanan tidak layak konsumsi diterima penerima manfaat.

Teknologi Food Guard

BRIN sebelumnya menyatakan komitmen mendukung keamanan pangan MBG melalui pengembangan perangkat bernama Food Guard. Alat ini dirancang untuk mendeteksi gas pembusukan menggunakan sejumlah sensor dan model kecerdasan buatan.

Salah satu contohnya adalah food guard. Perangkat yang ditempatkan pada ompreng untuk mendeteksi gas pembusukan dengan menggunakan multi-sensor dan model AI

Food Guard diklaim memanfaatkan multisensor serta model AI untuk mengenali pola gas yang menjadi indikator pembusukan. Dengan deteksi dini, penyelenggara program diharapkan dapat menyaring makanan yang tidak layak sebelum distribusi.

Inovasi pendukung lain dan implementasi

Selain pendeteksi pembusukan, BRIN mengembangkan serangkaian teknologi penunjang untuk MBG. Inovasi ini menyasar seluruh tahap, dari pengolahan hingga pemantauan distribusi.

  • Mesin pengolahan pangan untuk peningkatan mutu dan efisiensi produksi
  • Kemasan yang mendukung keamanan dan masa simpan
  • Teknologi deteksi halal untuk memastikan kepatuhan produk
  • Sistem distribusi dan monitoring berbasis kecerdasan buatan

Rangkaian teknologi tersebut diharapkan memperkuat standar keamanan pangan dan mengurangi risiko penerimaan makanan tidak layak oleh penerima manfaat MBG.

Implikasi dan langkah selanjutnya

Kolaborasi BGN dan BRIN berpotensi mempercepat adopsi solusi teknologi dalam program bantuan pangan. Langkah selanjutnya adalah verifikasi lapangan dan uji integrasi alat pada titik distribusi MBG. Jika berhasil, model ini dapat menjadi standar operasional untuk menjaga mutu makanan bagi penerima manfaat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait