Menag Ajak Bersihkan Rumah Ibadah Lintas Agama, Dorong Geber Mas Berkelanjutan
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat membersihkan rumah ibadah lintas agama dan menjadikan gerakan itu berkelanjutan. Ajakan disampaikan saat Kick Off Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) di Masjid Fatahillah Balaikota Pemprov DKI Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026. Nasaruddin meminta pembersihan tidak hanya tertuju pada masjid, tetapi juga gereja, pura, dan tempat ibadah lain.
Seruan bersih lintas agama
Nasaruddin menekankan bahwa kegiatan kebersihan rumah ibadah dapat melibatkan orang dari agama berbeda. Ia mengatakan keterlibatan itu penting karena rumah ibadah adalah titik perjumpaan manusia dengan Tuhan dan perlu dijaga bersama.
"Di mana pun juga berada kita, saya mohon jangan hanya masjid yang kita bersihkan, tapi juga gereja, pura dan sebagainya. Sekaligus membersihkan rumah ibadah itu tidak mesti seagama ya," ujar Nasaruddin.
Contoh pembersihan Masjid Istiqlal
Sebagai ilustrasi, Nasaruddin menyebut pembersihan Masjid Istiqlal yang melibatkan tokoh Katolik dan Protestan. Mereka membantu membersihkan bagian menara yang sulit dijangkau dengan teknik pemanjatan.
"Kemarin kita juga mengawali pembersihan Istiqlal itu lintas agama. Yang manjat-manjat membersihkan menara Istiqlal itu pemanjat tebing dari Katolik, Protestan karena mereka yang punya keahlian untuk itu," kata Nasaruddin.
Keterampilan teknis dalam aksi kebersihan
Nasaruddin menyoroti peran keterampilan teknis untuk menentukan siapa yang dilibatkan dalam pembersihan. Ia mencontohkan penggunaan kemampuan pendakian dan pemanjatan untuk pekerjaan yang tidak bisa dilakukan dengan cara biasa.
"Karena kalau kita mau bersihkan biasa enggak mungkin. Jadi pakai keterampilan pendakian gunung bergelantungan untuk mengecat yang belang-belang," ucap Nasaruddin.
Pemilahan sampah dan keberlanjutan Gerakan Geber Mas
Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, mendorong agar Geber Mas menjadi gerakan jangka panjang. Ia mengusulkan kolaborasi antara pengurus masjid, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menjamin keberlanjutan kegiatan.
Ali menekankan pentingnya mengaitkan kebersihan masjid dengan pengelolaan sampah dari sumber. Ia menyampaikan harapan itu saat membacakan sambutan Gubernur DKI Jakarta.
"Saya berharap kegiatan Geber Mas dapat dipadukan dengan gerakan pilah sampah dari sumber. Yang terus diupayakan di seluruh wilayah DKI Jakarta," ujar Ali.
Ali juga mengimbau agar sampah dipilah sesuai jenisnya dan selanjutnya diolah atau diserahkan ke fasilitas pengolahan 3R. Ia menekankan pengurangan plastik sekali pakai serta penggunaan air dan energi yang lebih bijak.
- Reduce
- Reuse
- Recycle
Dengan menggabungkan semangat lintas agama, keterampilan teknis, dan pengelolaan sampah, penyelenggara berharap Geber Mas dapat membentuk kebiasaan hidup bersih sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan Jakarta.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menhut Pantau Karhutla di Bromo, TNBTS Ditutup Sementara
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menutup sementara TNBTS dan memimpin pemadaman karhutla di Bromo; tiga he...
Banjir Rob Mengancam Pesisir Jakarta hingga 13 Agustus
BMKG peringatkan potensi banjir rob di pesisir Jakarta hingga 13 Agustus; 11 wilayah utara diminta tingkatka...
LPDB Gelar Temu Mitra Khusus Koperasi Sektor Riil
LPDB menggelar temu mitra khusus koperasi sektor riil di Jakarta (10/8/2026), hadir 32 koperasi; realisasi d...
Sultan Hasanuddin: Perlawanan terhadap VOC dan Julukan 'Ayam Jantan'
Sultan Hasanuddin memimpin perlawanan Kerajaan Gowa melawan VOC pada abad ke-17 dan mendapat julukan 'Ayam J...
BGN Buka 3 Kanal Pengaduan MBG Lewat PO Box
BGN membuka tiga jalur pengaduan MBG lewat PO Box untuk internal, mitra, dan masyarakat; setiap laporan akan...
Jepang Menyerah 1945 dan Moment Kemerdekaan Indonesia
Penyerahan Jepang Agustus 1945 menciptakan kekosongan kekuasaan yang dimanfaatkan nasionalis untuk memprokla...