Mendiktisaintek Dukung Beasiswa FK Unima untuk Mahasiswa Daerah
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendukung skema seleksi dan beasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Manado (Unima) yang menyediakan kuota untuk mahasiswa daerah. Skema ini memberi kuota 50 mahasiswa dengan pembiayaan penuh dari pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di Sulawesi Utara, dan dimaksudkan untuk mempercepat pemerataan dokter di daerah.
Skema seleksi dan kuota
FK Unima membuka 50 kursi untuk angkatan pertama yang secara khusus dialokasikan bagi putra-putri daerah. Pemerintah daerah menanggung biaya pendidikan penuh untuk mahasiswa penerima beasiswa tersebut. Namun, pada tahap seleksi pertama hanya 37 peserta yang dinyatakan lolos.
Penjelasan singkat mengenai skema:
- Kuota: 50 kursi untuk mahasiswa daerah.
- Pembiayaan: Ditanggung penuh oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota Sulawesi Utara.
- Hasil seleksi awal: 37 peserta lolos tahap pertama.
Respons Mendiktisaintek
Mendiktisaintek menyatakan skema ini relevan untuk mengatasi masalah distribusi tenaga medis, bukan sekadar menambah jumlah dokter. Ia mengapresiasi upaya Unima yang memperluas akses bagi calon mahasiswa dari berbagai kota dan kabupaten.
“Kita memahami bahwa tantangan kesehatan Indonesia saat ini tidak semata-mata jumlah dokter, tetapi juga distribusi dokter untuk bertugas di daerah yang memang membutuhkan. Sungguh, saya bahagia, bahwa selain Unima membuka FK, ternyata memperluas akses mahasiswa baru dari tiap kota, kabupaten, dan provinsi,”
Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis pada Jumat, 12 Juni 2026. Kemdiktisaintek juga mengkaji model seleksi ini untuk dijadikan acuan di kampus lain sebagai upaya memperkuat pemerataan layanan kesehatan.
Keterangan Rektor dan proses seleksi lanjutan
Rektor Unima, Joseph Philip Kambey, menjelaskan bahwa seleksi berbasis rekomendasi dari daerah digabungkan dengan standar nasional dan psikotes ketat. Pendekatan ini bertujuan memastikan kualitas lulusan sekaligus menempatkan dokter di wilayah yang paling membutuhkan.
"FK Unima akan menjadi mercusuar keadilan kesehatan. Sisa kursi akan diseleksi pada tahap berikutnya,"
Dampak dan harapan ke depan
Mendiktisaintek menegaskan pembangunan sumber daya manusia kesehatan adalah investasi jangka panjang. Oleh karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dianggap kunci utama untuk menjamin bahwa dokter yang terlatih akhirnya menempatkan diri di daerah pelayanan primer.
Kemdiktisaintek berharap model seleksi dan pembiayaan ini bisa menjadi rujukan nasional. Jika diadopsi secara luas, langkah serupa dipandang mampu mempercepat pemerataan ketersediaan dokter di seluruh Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenkeu Pastikan Pembiayaan Awal DDMF Tak Gunakan APBN
Kemenkeu memastikan modal awal DDMF tidak menggunakan APBN; instrumen ini akan biayai proyek strategis lewat...
UKWR RRI 2026: Jurnalis RRI Jakarta Harap Lulus dengan Nilai Memuaskan
Peserta UKWR RRI di Jakarta berharap lulus kompeten; ujian 19-20 Agustus 2026 diikuti 71 peserta.
Wamendikdasmen Tekankan Motivasi dan Pendampingan PJJ di Gorontalo
Wamendikdasmen tinjau PJJ di SMAN 1 Gorontalo, menekankan motivasi, pendampingan keluarga, dan pertemuan lur...
RRI Siapkan Jurnalis Hadapi Migrasi Audiens lewat UKWR ke-54
RRI gelar UKWR ke-54 (19-20 Agustus 2026) untuk meningkatkan kompetensi jurnalis dan menanggapi migrasi audi...
Wamendikdasmen Tinjau PJJ di Gorontalo: Pastikan Anak Tetap Belajar
Wamendikdasmen tinjau PJJ di Gorontalo untuk memastikan anak ATS mendapat pendampingan, motivasi, dan layana...
Gempa M7,7 Guncang NTT: Empat Pasar Rusak dan Rantai Pasok Terganggu
Gempa M7,7 di NTT pada 15 Agustus 2026 merusak empat pasar, termasuk Pasar Inpres Ruteng, dan mengganggu ran...