BAZNAS Perluas Akses Pendidikan Lewat Sekolah Cendekia
BAZNAS membuka akses pendidikan berkualitas untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera melalui program Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB). Pengumuman ini disampaikan pada 14 Juni 2026 dan ditujukan untuk mengajak muzaki mendukung pengembangan sekolah serta program beasiswa bagi para santri.
Program dan ajakan dukungan
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menyatakan dukungan publik membantu mewujudkan SCB sebagai sekolah unggulan. Pernyataan itu disampaikan pada 14 Juni 2026 sebagai bentuk ajakan kepada muzaki untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah.
"Mengundang para muzaki untuk menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekahnya, salah satunya guna mendukung pengembangan Sekolah Cendekia BAZNAS. Dukungan tersebut akan menjadi kontribusi yang sangat berarti dalam mewujudkan SCB sebagai sekolah unggulan terbaik di lingkungan BAZNAS dan masyarakat."
Dampak langsung pada santri
Manfaat program SCB terlihat dari capaian para santri. Salah satu alumni, Ihza Fauzan Hamizan, diterima di beberapa perguruan tinggi dan meraih berbagai prestasi. Ihza mendapat beasiswa penuh di Universitas Trisakti serta "Golden Ticket" di Universitas Negeri Malang.
"Alhamdulillah, saya sudah diterima di dua kampus. Pertama, Universitas Trisakti dengan beasiswa penuh 100 persen dan Golden Ticket di Universitas Negeri Malang,"
Ihza juga menambahkan bahwa ia sempat dipercaya sebagai delegasi terbaik pada konferensi nasional dan internasional.
Kesempatan untuk terus melanjutkan studi
Santri lain, Keyla Bilqis Ashilah, berhasil diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen. Keyla menyampaikan rasa syukur atas bantuan beasiswa dari SCB dan dukungan muzaki.
"Terima kasih kepada Sekolah Cendekia BAZNAS dan muzaki yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menempuh Pendidikan,"
Respons keluarga dan konteks sosial
Keluarga santri menyatakan program ini membuka jalan yang sebelumnya sulit dijangkau karena keterbatasan ekonomi. Seorang orang tua dari Bogor, Noviati Widiastuti, menceritakan kondisi keluarganya saat Ihza kecil dan keinginan Ihza untuk bersekolah di pesantren meski ayahnya sedang tidak bekerja.
"Saat Sekolah Dasar (SD), Ihza sangat ingin bersekolah di pesantren, namun qadarullah kondisi ekonomi keluarga kami sedang diuji. Ayahnya sudah tidak bekerja lagi, sementara Ihza tetap memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan di pesantren,"
Prospek dan implikasi
Program Sekolah Cendekia BAZNAS berpotensi meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi anak prasejahtera dan memperbesar peluang beasiswa ke perguruan tinggi. Dukungan dari muzaki menjadi kunci agar program ini dapat memperluas jangkauan dan mempertahankan mutu pendidikan.
Keberhasilan santri seperti Ihza dan Keyla menjadi bukti awal efektivitas pendekatan beasiswa dan pembinaan di SCB. Kedepan, peningkatan dukungan finansial dan pengembangan kurikulum dapat memperkuat dampak program bagi keluarga prasejahtera.
Berita Terkait
Tunjangan Guru Naik, DPR: Langkah Positif untuk Kesejahteraan
DPR menyambut kenaikan tunjangan guru sebagai langkah positif, namun mengingatkan pemerataan anggaran untuk...
Hari Donor Darah 14 Juni: Cara Sederhana Ikut Selamatkan Nyawa
Rayakan Hari Donor Darah 14 Juni dengan donor, jadi relawan, atau kampanye digital. Satu tindakan sederhana...
Sejarah Hari Donor Darah Sedunia: Diperingati Setiap 14 Juni
Hari Donor Darah Sedunia diperingati tiap 14 Juni untuk mendorong donor darah sukarela dan menghargai para p...
Pemutihan Pajak DKI: Cara Bayar Pajak Kendaraan Online via Signal
Pemprov DKI gelar pemutihan pajak kendaraan 1 Juni–31 Agustus 2026; wajib pajak bisa bayar PKB dan BBNKB tan...
Cara Cek Tagihan Pajak Kendaraan DKI Jakarta Online
Pemprov DKI memberi pemutihan denda sampai 31 Agustus 2026. Berikut panduan cek tagihan pajak kendaraan onli...
CFD Jakarta Ditiadakan 14 Juni 2026, Ini Rekayasa Lalin
CFD Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said ditiadakan 14 Juni 2026 karena BTN Jakarta International Marathon; Dish...