Pemerintah Lanjutkan Bantuan Pangan dan Stimulus Transportasi
Pemerintah melanjutkan program bantuan pangan dan menyiapkan stimulus transportasi pada semester kedua 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan langkah ini di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026, sebagai upaya menekan inflasi dan meringankan beban masyarakat menjelang masa liburan.
Bantuan pangan: cakupan dan tujuan
Pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan kepada 33,24 juta penerima manfaat. Setiap penerima akan memperoleh 10 kilogram beras untuk membantu ketersediaan pangan dan meredam tekanan harga.
"Nah dalam semester dua ini beberapa program yang terus dijalankan yaitu bantuan pangan untuk 33,24 juta penerima manfaat, yang kita akan berikan beras 10 kg. Dan tujuannya adalah juga untuk menekan inflasi," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Stimulus transportasi menjelang liburan
Selain bantuan pangan, pemerintah menyiapkan kebijakan transportasi untuk mengurangi beban masyarakat saat liburan sekolah dan Nataru (Natal dan Tahun Baru). Insentif ini ditujukan untuk menekan biaya perjalanan dan mendorong mobilitas yang lebih terjangkau.
Langkah transportasi meliputi:
- Diskon 30% untuk angkutan laut;
- Pembebasan tarif kepelabuhanan;
- PPN ditanggung pemerintah untuk tiket pesawat kelas ekonomi.
"Kemudian juga transportasi liburan sekolah dan Nataru juga sudah disiapkan. Dengan diskon 30 persen untuk angkutan laut, bebas tarif juga untuk kepelabuhanan, dan PPN ditanggung pemerintah untuk tiket pesawat yang ekonomi," katanya.
Ketahanan energi dan penerapan B50
Di sektor energi, pemerintah menegaskan menjaga ketahanan pasokan BBM di tengah ketidakpastian akibat konflik di Selat Hormuz. Salah satu langkah penting adalah penerapan B50, yang menurut pemerintah mengurangi ketergantungan impor solar.
"Nah, arahan Bapak Presiden juga di tengah ketidakpastian daripada perang di Selat Hormuz, BBM tetap kita jaga resiliensinya. Di mana APBN sebagai shock absorber itu menjaga agar dengan diterapkannya B50 maka kita tidak lagi impor solar," ucap Airlangga.
Airlangga menyatakan bahwa pemanfaatan subsidi untuk B50 relatif kecil dengan kondisi harga saat ini, sehingga beban fiskal dapat terkendali.
Jaminan harga Pertalite
Pemerintah juga memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan bakar Pertalite hingga akhir tahun. Langkah ini diklaim sudah dimasukkan ke dalam buffer anggaran untuk menjaga daya beli masyarakat.
"Dan untuk Pertalite dijamin harga sampai bulan Desember aman. Jadi ini sudah masuk dalam buffer," ujar Airlangga.
Langkah kombinasi bantuan pangan, stimulus transportasi, dan kebijakan energi dirancang untuk meredam tekanan inflasi serta menjaga mobilitas dan ketahanan pasokan. Kebijakan teknis berikutnya akan diumumkan pemerintah saat implementasi program mendekati periode pelaksanaan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Pangan Bukan Instrumen Tekanan Geopolitik
Mendag Budi Santoso menegaskan pangan tak boleh jadi alat tekanan geopolitik dan mendorong solusi WTO untuk...
MenPPPA Pastikan Pendampingan Terbuka bagi Korban Perundungan
MenPPPA Arifah Fauzi memastikan layanan pendampingan tetap tersedia bagi anak korban perundungan; Kemenkes b...
Kemenperin Buka Ruang Gen Z untuk Kembangkan Industri Batik
Kemenperin ajak Gen Z berperan dalam pengembangan industri batik melalui desain, teknologi, dan pemasaran di...
Tokoh Konghucu Budi Tanuwibowo Masuk Wantimpres
Budi Tanuwibowo dilantik jadi anggota Wantimpres; ia terharu karena komunitas Konghucu yang minoritas mendap...
MenPPPA Pastikan Penanganan Perundungan Anak di Tangsel
MenPPPA Arifah Fauzi pastikan penanganan dugaan perundungan anak di Tangerang Selatan prioritaskan keamanan,...
Komdigi Minta Operator Ubah Paket Non-Rollover
Komdigi minta operator segera ubah paket non-rollover agar sisa kuota dilindungi secara ekonomi, bukan hanya...