Lokal

Hujan Deras, 11 Desa di Nagan Raya Terendam Banjir

Bagikan:
Pemukiman terendam banjir di Nagan Raya setelah hujan deras mengakibatkan luapan sungai

NAGAN RAYA — Hujan deras sejak awal pekan membuat debit sungai Krueng Lamie dan Krueng Tripa meluap, sehingga 11 desa di dua kecamatan terendam banjir pada Senin (26/10). Banjir menggenangi pemukiman dan memaksa warga mengungsikan barang berharga ke tempat lebih tinggi.

Banjir dan area terdampak

Badan penanggulangan bencana setempat melaporkan genangan terjadi di dua kecamatan, yakni Darul Makmur dan Tripa Makmur. Total ada 11 desa yang terdampak, dengan variasi kedalaman air di permukiman.

  • Kecamatan Darul Makmur: Desa Ujong Lamie, Kuta Trieng, Desa Geulanggang Gajah
  • Kecamatan Tripa Makmur: Desa Pante Pange, Ujong Krueng, Mon Dua, Neubok Yee PP, Neubok Yee PK, Pasi Kebeu Dom, Lueng Keubeu Jagat, Desa Kabu

Respon warga dan evakuasi

Warga menyatakan mereka siaga saat hujan turun dan berupaya menyelamatkan harta benda ke lokasi yang lebih tinggi. Akses jalan utama sempat terpengaruh di beberapa titik, namun informasi akses masih terus dipantau oleh petugas.

"Saat hujan tiba kami sudah bersiaga untuk melihat situasi di sungai dan Alhamdulillah kami semua dapat menyelamatkan barang-barang berharga untuk diamankan ke tempat tinggi," kata Sofyan Lamie.

Koordinasi penanganan dan bantuan darurat

Kalak BPBD Nagan Raya, Rinaldi Irfandi, melalui Pusdalops Agus Salim menyatakan tim masih memantau kondisi dan melakukan asesmen dampak banjir. Badan penanggulangan bencana berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak.

"Tim BPBD sedang melakukan asesmen terhadap dampak bencana banjir dan sampai saat ini banjir masih menggenangi pemukiman masyarakat," jelas Agus Salim.

Permintaan warga dan prospek penanganan

Warga berharap ada upaya penanganan yang bersifat permanen agar aktivitas dan pemukiman mereka aman dari ancaman luapan sungai. Penguatan tanggul dan perbaikan drainase menjadi opsi yang kerap diminta masyarakat dalam kondisi seperti ini.

BPBD menyebutkan pemantauan akan terus dilakukan hingga air surut dan kondisi dinyatakan aman. Koordinasi distribusi bantuan serta asesmen kerusakan menjadi prioritas berikutnya bagi instansi terkait.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait