Yahya Zaini Minta Audit 13 Ribu Dapur MBG Usut Kebocoran Rp1 T/Bln
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, mendesak audit menyeluruh terhadap lebih dari 13 ribu titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi sumber pemborosan anggaran hingga Rp 1 triliun per bulan. Pernyataan itu disampaikan kepada wartawan pada Senin, 15 Juni 2026.
Desakan audit dan rekomendasi sanksi
Yahya menilai audit diperlukan untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam proses pembayaran maupun pengelolaan dapur MBG di berbagai daerah. Ia menekankan pembayaran harus berdasarkan pengeluaran riil, bukan sekadar laporan administrasi.
Pertama, jika terdapat kejanggalan atau penyimpangan pembayaran hendaknya dilakukan audit terhadap 13 ribu dapur tersebut
Selain audit, Yahya meminta agar Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan sanksi tegas bila ditemukan pelanggaran. Salah satu sanksi yang diusulkan adalah penghentian sementara operasional dapur yang terbukti menyimpang.
Kedua, BGN harus berhati-hati dan memastikan pembayaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tidak asal bayar, pembayaran harus sesuai dengan pengeluaran yang dilakukan oleh setiap dapur
Lonjakan titik MBG menurut pemerintah
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sebelumnya mengungkap lonjakan signifikan jumlah titik dapur MBG. Data rapat koordinasi di Kemenko Pangan pada 11 Juni 2026 menunjukkan adanya kenaikan titik yang melampaui target awal.
Misalnya, yang seharusnya rencana awal titik itu 21 ribu tapi sekarang sudah ada 27.877 titik, nah, ada membengkak 6.877 titik
| Wilayah | Target Awal | Realisasi Terkini | Selisih |
|---|---|---|---|
| Non-3T | 21.000 | 27.877 | +6.877 |
| 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) | 2.000 | 8.617 | +6.617 |
| Jumlah titik yang telah mengantongi SK dari BGN | 6.138 | ||
Dampak anggaran dan peluang pemborosan
Zulkifli memperkirakan lonjakan titik tersebut menyebabkan kelebihan pengeluaran yang mencapai lebih dari Rp 1 triliun per bulan. Jika tidak ditangani, pemborosan berpotensi mencapai sekitar Rp 12 triliun dalam setahun.
Kalau Rp 6 juta satu hari, maka 1 bulan ada pengeluaran lebih Rp 1 triliun. Pemborosan. Berarti kalau 1 tahun Rp 12 triliun
Yahya berharap temuan ini menjadi momentum bagi BGN untuk memperbaiki tata kelola program MBG secara menyeluruh. Ia mendesak evaluasi ketat agar program tetap transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Desakan audit DPR kini menjadi fokus pengawasan untuk memastikan program strategis nasional ini memberi manfaat sesuai tujuan awal tanpa menimbulkan pemborosan anggaran.
Berita Terkait
BPS: Harga Beras Stabil Tinggi, Naik 0,5% Pekan Kedua Juni
BPS: harga beras naik 0,5% di pekan kedua Juni; 116 kabupaten alami kenaikan. Pemerintah klaim swasembada un...
Kemenpar Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,99T untuk Target 2027
Kemenpar ajukan tambahan anggaran Rp1,99 triliun untuk 2027 karena pagu indikatif Rp1,01T dinilai tak mencuk...
Program Bedah Rumah Capai 13,51%, Verifikasi Dipercepat
Progres BSPS mencapai 13,51% per Juni 2026; verifikasi dipercepat agar perbaikan fisik selesai Oktober-Novem...
Kemenkum dan LAN Luncurkan Forum Komunikasi Kebijakan Nasional
Kemenkum dan LAN meluncurkan Forum Komunikasi Kebijakan (FKK) di Jakarta pada 17 Juni 2026 untuk menyelarask...
Bareskrim Tahan Dua Tersangka Mafia Tambang Emas
Bareskrim menahan dua tersangka kasus mafia tambang emas pada 16 Juni 2026; penyidikan fokus pada bukti, ali...
BPS: Harga Cabai Merah Naik Tajam di Pekan Kedua Juni
BPS: Harga cabai merah rata-rata nasional naik ke Rp56.537/kg pada pekan kedua Juni 2026, melampaui HAP dan...