DPRD Medan Apresiasi Penggerebekan 9 Lokasi Narkoba di Sumut
MEDAN — Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS, Zulham Efendi, menyambut baik operasi gabungan Polda Sumatera Utara, Bareskrim Polri, dan instansi terkait yang menggerebek sembilan lokasi diduga menjadi basis peredaran narkoba di Sumatera Utara, Minggu (11/10). Dalam operasi itu, petugas mengamankan 36 orang.
Rincian operasi dan wilayah penggerebekan
Zulham menilai operasi ini penting untuk memutus mata rantai peredaran narkotika yang mengancam keamanan masyarakat dan masa depan generasi muda. Ia menekankan bahwa penindakan hukum harus berjalan seiring dengan upaya pencegahan.
Menurut Zulham, penggerebekan tersebar di berbagai wilayah, yang memperlihatkan skala peredaran yang memerlukan perhatian bersama.
- Deliserdang
- Asahan
- Mandailing Natal
- Karo
- Toba
- Samosir
- Nias Selatan
- Pakpak Bharat
- Kota Sibolga
Respons DPRD Medan: tuntutan penelusuran jaringan
Wakil rakyat itu menyatakan apresiasinya secara terbuka kepada aparat yang terlibat. Ia berharap tindakan ini tidak berhenti pada penangkapan tingkat lokal.
"Kami mengapresiasi langkah Bareskrim Polri, Polda Sumut, dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasi ini. Pemberantasan narkoba harus dilakukan secara serius, konsisten, dan berkelanjutan agar masyarakat, terutama anak-anak muda, terlindungi dari bahaya narkotika,"
Zulham mendesak kepolisian untuk menelusuri pemasok hingga bandar besar yang diduga berada di balik jaringan yang digerebek. Menurutnya, pemberantasan efektif harus menjangkau akar distribusi, bukan sekadar menangkap pelaku di tingkat bawah.
Penekanan pada pencegahan dan rehabilitasi
Selain penegakan hukum, Zulham mendorong penguatan program pencegahan di lingkungan keluarga dan sekolah. Ia meminta keterlibatan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat luas untuk melindungi generasi muda.
"Aparat harus terus memburu bandar dan jaringannya, sementara masyarakat bersama pemerintah perlu memastikan mereka yang ingin pulih mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali menjadi bagian dari masyarakat,"
Ia juga menyoroti perlunya fokus penindakan di beberapa kawasan perkotaan, termasuk Medan Utara, yang menurutnya memerlukan perhatian khusus terkait peredaran narkoba.
Operasi gabungan yang mengamankan 36 orang ini diharapkan menjadi momentum bagi upaya terpadu: memperketat penindakan, memperkuat pencegahan, dan menyediakan jalur rehabilitasi bagi penyalahguna, agar dampak sosial dan ancaman terhadap generasi muda dapat diminimalkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPRK Aceh Tenggara Desak BWS Sumatera I Segera Tangani Banjir
Ketua Komisi C DPRK Aceh Tenggara mendesak BWS Sumatera I segera tangani banjir akibat tanggul jebol setelah...
Polda Sumut Perketat Patroli Malam untuk Cegah Kejahatan Jalanan
Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut meningkatkan patroli malam di Medan untuk mencegah kejahatan jalanan dan...
Kuasa Hukum Pertanyakan Uang Pengganti Rp516 Juta di Kasus Samosir
Kuasa hukum Fitri Agust mempertanyakan dasar tuntutan uang pengganti Rp516 juta dan status pengembalian Rp22...
Disbudparekraf Sumut Gelar Fam Trip bersama Scoot ke Destinasi Unggulan
Disbudparekraf Sumut bersama Scoot Airlines menggelar Fam Trip 11-15 Oktober 2026 untuk promosi destinasi un...
Jalan Rusak Parah di Nias Selatan, Perbaikan Masih Tertunda
Ruas jalan Nias Selatan berlubang dan ambles; perbaikan tertunda karena paket preservasi belum berkontrak, p...
Polisi Bakar 6 Barak di Kampung Narkoba Serbajadi, 1 Ditangkap
Tim gabungan bakar enam barak kampung narkoba di Desa Serbajadi, Deliserdang; satu pria diamankan dan dua pa...