Jalan Rusak Parah di Nias Selatan, Perbaikan Masih Tertunda
NIAS SELATAN — Ruas jalan nasional dari perbatasan Kabupaten Nias menuju Kota Telukdalam mengalami kerusakan parah sepanjang puluhan kilometer, Selasa (13/10). Kondisi jalan berlubang dan bahu jalan ambles menyebabkan arus lalu lintas terhambat dan membahayakan pengguna. Perbaikan permanen belum terlaksana karena paket preservasi masih menunggu hasil tender di website resmi SPSE.
Kondisi jalan dan titik kerusakan
Kerusakan paling parah tercatat di Kabupaten Nias Selatan, terutama di Kecamatan Somambawa, Lahusa, Toma, dan Telukdalam. Beberapa titik rawan meliputi Desa Hilisataro Raya (Kecamatan Toma), Balikhi Desa Ganowo Saua, serta simpang Desa Bawodoba di Kecamatan Telukdalam. Selain lubang dan amblesnya bahu jalan, ruas ini juga minim penerangan, rambu, dan marka jalan yang jelas.
Respons Balai Jalan dan status tender
Upaya konfirmasi kepada Kepala Satker PJN Wilayah III PPK 3.5 melalui telepon dan pesan tidak mendapat respons langsung. Namun melalui staf, dijelaskan bahwa paket preservasi jalan belum berkontrak karena menunggu hasil tender.
"Paket preservasi jalan masih belum berkontrak hingga saat ini karena kami menunggu hasil tender di BP2JK. Itu bisa dicek di website resmi SPSE."
Staf tersebut menambahkan bahwa, sementara menunggu kontrak, pihak satker melakukan penanganan sementara seperti pemasangan rambu dan penutupan lubang yang dianggap membahayakan.
"Untuk saat ini kita hanya penanganan sementara seperti pemasangan rambu dan tutup lubang. Semoga masyarakat selalu berhati-hati dan bersabar menunggu paket tersebut berkontrak, sehingga bisa menikmati jalan yang lebih baik."
Dampak bagi warga dan transportasi
Warga setempat melaporkan dampak langsung pada mobilitas dan ekonomi. Seorang pengumpul sayur dari Lahusa menyebut perjalanan 23 kilometer ke Pasar Telukdalam bisa memakan waktu hampir 2,5 jam akibat kondisi jalan yang buruk.
"Setiap hari saya lewat ruas jalan ini, Bang, pakai sepeda motor membawa dagangan sayur untuk dijual ke Pasar Telukdalam. Dengan kondisi jalan separah ini, laju kendaraan terhambat dan berisiko mengancam keselamatan jiwa," ujar Saro Amazihono.
Warga berharap perbaikan segera dilakukan agar roda perekonomian daerah kembali lancar dan risiko kecelakaan berkurang.
Kebutuhan perbaikan permanen
Meski ada penanganan sementara, kebutuhan perbaikan permanen dan peningkatan fasilitas jalan mendesak. Perbaikan menyeluruh, penambahan penerangan, serta pemasangan rambu dan marka yang memadai diperlukan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan dan kelancaran distribusi barang.
Sampai paket preservasi berstatus kontrak, warga dan pengguna jalan diminta tetap berhati-hati. Implementasi perbaikan permanen akan bergantung pada hasil proses tender dan pelaksanaan kontrak oleh instansi terkait.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Disbudparekraf Sumut Gelar Fam Trip bersama Scoot ke Destinasi Unggulan
Disbudparekraf Sumut bersama Scoot Airlines menggelar Fam Trip 11-15 Oktober 2026 untuk promosi destinasi un...
Polisi Bakar 6 Barak di Kampung Narkoba Serbajadi, 1 Ditangkap
Tim gabungan bakar enam barak kampung narkoba di Desa Serbajadi, Deliserdang; satu pria diamankan dan dua pa...
Polrestabes Medan Tangkap Dua Wanita Pengguna Vape Getar di Penginapan
Polrestabes Medan dan Bareskrim menangkap dua wanita pengguna vape getar di penginapan Jalan Dahlia. Barang...
DKP Aceh dan Teknik Industri USK Perkuat Hilirisasi Perikanan
DKP Aceh dan Teknik Industri USK berkolaborasi mendorong hilirisasi perikanan lewat inovasi produk, mekanisa...
Rektor UDA Dilaporkan ke Poldasu Terkait Ijazah S2 Ditahan
Rektor UDA dilaporkan ke Poldasu atas dugaan penggelapan ijazah 11 mahasiswa S2 yang ijazahnya ditahan meski...
Banjir Besitang Langkat: 719 KK Terdampak, Evakuasi dan Bantuan Dipercepat
Hujan deras menyebabkan Sungai Besitang meluap; 719 KK terdampak, pengungsian dibuka, dan bantuan logistik s...