Lokal

DKP Aceh dan Teknik Industri USK Perkuat Hilirisasi Perikanan

Bagikan:
Mahasiswa Teknik Industri USK belajar hilirisasi perikanan di Museum Mektri Banda Aceh

BANDA ACEH — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh dan Program Studi S1 Teknik Industri Universitas Syiah Kuala mendorong penguatan hilirisasi industri pengolahan hasil perikanan melalui inovasi produk, mekanisasi, dan teknologi tepat guna. Kegiatan berlangsung saat kuliah tamu mahasiswa Teknik Industri di Museum Mesin Kuno Industri (Mektri), Pelanggahan, Banda Aceh, Senin (12/10).

Kuliah tamu dan tujuan kegiatan

Acara ini menjadi jembatan antara akademisi dan pemerintah daerah untuk memperkaya materi perkuliahan sekaligus membuka peluang kolaborasi. DKP Aceh memaparkan strategi menambah nilai produk perikanan melalui pengolahan, diversifikasi, peningkatan mutu, dan pengemasan.

Potensi produk olahan lokal

DKP memaparkan bahwa potensi perikanan Aceh, dari tangkap dan budidaya, dapat diolah menjadi beragam produk siap pasar. Contoh produk yang disebut antara lain keumamah, bakso ikan, nugget, dan jenis produk siap masak lainnya. Pengembangan ini membuka peluang usaha baru dan memperpanjang rantai nilai komoditas laut lokal.

Peran Teknik Industri

Fitriani dari DKP Aceh menilai ilmu Teknik Industri krusial untuk mendukung pengolahan perikanan. Peran tersebut meliputi perancangan produk, pemilihan peralatan, optimalisasi kapasitas produksi, pengendalian kualitas, dan efisiensi biaya.

Mahasiswa memiliki peluang besar untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diterapkan untuk membantu pelaku usaha mengenal dan menggunakan peralatan yang tepat, meningkatkan efisiensi proses produksi, serta menjaga kualitas dan keamanan produk. Mekanisasi tidak harus selalu menggunakan teknologi yang mahal, tetapi perlu disesuaikan dengan skala usaha, kemampuan pelaku usaha, dan kebutuhan produksi.

Dukungan pada UMKM pengolahan ikan

Dalam paparan, DKP menekankan pentingnya pendampingan berbasis kebutuhan bagi UMKM perikanan. Pendampingan diharapkan membantu meningkatkan produktivitas, menjaga konsistensi mutu, dan memperkuat daya saing produk lokal di pasar regional maupun nasional.

Kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah

Ketua Program Studi S1 Teknik Industri USK, Suhendrianto, menyatakan kuliah tamu itu diharapkan menjadi awal kerja sama lebih konkret antara kampus dan DKP. Kolaborasi diarahkan pada penelitian terapan yang melibatkan mahasiswa, akademisi, dan praktisi untuk mempercepat mekanisasi dan efisiensi produksi.

Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pengayaan materi perkuliahan, tetapi dapat berlanjut menjadi kolaborasi nyata melalui penelitian terapan yang melibatkan mahasiswa, akademisi, dan praktisi.

Implikasi dan prospek

Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri sejalan dengan agenda peningkatan kemandirian dan ketahanan pangan. Dengan kolaborasi berkelanjutan, potensi kelautan Aceh diharapkan berkembang menjadi produk olahan bernilai tambah yang mampu bersaing, membuka lapangan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait