Nasional

PU Alokasikan Rp1,65 Triliun untuk IBM di 4.127 Lokasi 2027

Bagikan:
Ilustrasi pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat di desa untuk layanan dasar

Kementerian Pekerjaan Umum mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,65 triliun untuk Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) pada 2027. Dana itu ditargetkan menjangkau 4.127 lokasi di berbagai daerah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Pernyataan itu disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo pada 13 Juni 2026.

Alokasi dan rincian anggaran

Anggaran IBM berasal dari pagu indikatif Kementerian PU Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp98,47 triliun. Dana dialokasikan untuk program yang langsung dimanfaatkan masyarakat dan mendorong pembangunan lokal.

Unit Kegiatan Jumlah Lokasi Alokasi Anggaran
P3TGAI (Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi) 2.000 Rp450 miliar
Cipta Karya 2.127 Rp1,2 triliun
Total IBM 4.127 Rp1,65 triliun

Program apa saja yang masuk IBM

Kementerian PU menyebut beberapa program yang termasuk dalam IBM. Program-program ini diarahkan untuk memperkuat layanan dasar dan konektivitas hingga tingkat desa.

  • P3TGAI
  • PAMSIMAS
  • SANIMAS
  • TPS3R
  • PISEW dan pengembangan kawasan ekonomi
  • Pembangunan jembatan gantung

Keterangan pejabat dan tujuan

Menteri Dody Hanggodo menegaskan IBM mendapat perhatian khusus karena dampaknya langsung pada masyarakat. Ia mengatakan program ini menjadi prioritas karena manfaatnya terasa di tingkat komunitas.

"Kami memberikan perhatian khusus pada Infrastruktur Berbasis Masyarakat. Menurut kami, IBM ini sangat penting karena dampaknya paling dekat dan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat," kata Dody Hanggodo.

Kementerian juga menyatakan sedang melakukan konsolidasi dan penajaman program agar dukungan terhadap IBM berkelanjutan. Di samping akses dasar, dana ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dampak dan prospek ke depan

Dengan menjangkau ribuan lokasi, program IBM ditargetkan memperkuat pelayanan air, sanitasi, pengelolaan sampah, serta infrastruktur irigasi dan jembatan kecil. Langkah ini bertujuan memperkecil kesenjangan antarwilayah dan meningkatkan produktivitas pertanian serta ekonomi desa.

Ke depan, pemerintah akan memantau realisasi anggaran dan hasil proyek agar manfaatnya terasa berkelanjutan. Konsolidasi program diharapkan menjaga prioritas dan efektivitas penggunaan dana.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait