Lokal

Alfamidi Salurkan 1.800 Telur di Asahan untuk Cegah Stunting

Bagikan:
Pembagian telur oleh Alfamidi di Alfamidi Diponegoro Kisaran, Kabupaten Asahan

MEDAN — PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) Cabang Medan menyalurkan 1.800 butir telur kepada 30 anak penerima manfaat pada tahap kelima program CSR Protein Cegah Stunting, Jumat (30/10), di Alfamidi Diponegoro Kisaran, Kabupaten Asahan.

Penyaluran dan capaian program

Distribusi tahap kelima ini merupakan bagian dari program enam bulan yang berjalan sejak Juni 2026 hingga November 2026. Hingga tahap kelima, Alfamidi telah menyalurkan 9.000 butir telur sebagai tambahan protein untuk anak-anak penerima manfaat.

Program memberikan 60 butir telur tiap anak setiap bulan, sehingga 30 anak menerima 1.800 butir pada setiap penyaluran. Menurut hasil pemantauan pada tahap keempat, 27 dari 30 anak atau sekitar 90 persen menunjukkan kenaikan berat badan, yang menjadi indikator perkembangan positif gizi mereka.

Respons pihak perusahaan dan pemerintah

Branch Manager Alfamidi Cabang Medan, Robert Hary Andika, menekankan komitmen perusahaan untuk mendukung kesehatan anak melalui bantuan berkelanjutan.

"Kami bersyukur terdapat perkembangan positif berupa kenaikan berat badan dari anak-anak penerima manfaat. Kami berharap bantuan telur yang diberikan secara rutin dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan protein anak dan mendukung tumbuh kembang anak,"

Dari sisi pemerintah daerah, Kasi Penata Kependudukan DP2KBP3A Kabupaten Asahan, Erni Evi Siregar, S.Keb., mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menilai keterlibatan dunia usaha penting untuk memperkuat upaya pencegahan stunting di wilayah setempat.

"Bantuan berkala ini diharapkan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi anak,"

Peran keluarga dan tindak lanjut pemantauan

Salah satu keluarga penerima, Lisa, menyampaikan terima kasih atas bantuan bulanan yang dinilainya membantu pemenuhan gizi anak.

"Semoga program ini terus berjalan dan semakin banyak keluarga yang merasakan manfaatnya,"

Alfamidi juga melakukan pemantauan berat dan tinggi badan anak secara berkala. Data pemantauan akan kembali dikumpulkan saat penyaluran tahap keenam untuk melihat perkembangan lanjutan.

Signifikansi dan prospek

Program ini menunjukkan bagaimana distribusi pangan bergizi secara rutin dapat berdampak pada indikator pertumbuhan anak. Jika tren kenaikan berat badan berlanjut, pendekatan serupa dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting yang melibatkan sektor swasta dan pemerintah.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait