Langkat Siap Inspeksi 82 SPPG untuk Program Makan Bergizi
STABAT — Pemerintah Kabupaten Langkat menyiapkan inspeksi dan penilaian kesesuaian terhadap 82 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi. Langkah ini dilakukan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Rapat koordinasi dan dasar hukum
Persiapan itu disampaikan Pelaksana Tugas Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, S.H., saat memimpin rapat Satgas MBG di Ruang Pola Kantor Bupati, Senin (2/11) pagi. Rapat dihadiri Sekretaris Daerah Amril, S.Sos., M.AP., sebagai Ketua Satgas serta Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Langkat, Ali Ihsanul Huda, S.Pd., dan seluruh camat.
Pelaksanaan inspeksi berlandaskan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5/8545/SJ dan Keputusan Bupati Langkat Nomor 463-42/K/2025 tentang perubahan kedua atas penugasan Satgas percepatan MBG. Kedua regulasi itu menjadi rujukan koordinasi dan pelaksanaan tugas di lapangan.
Rencana inspeksi dan indikator penilaian
Tiorita meminta Satgas menyusun rencana kerja inspeksi yang terarah dan pengawasan optimal. Ia menekankan semua SPPG harus memenuhi 14 indikator penilaian yang telah ditetapkan.
"Saya meminta Satgas MBG menyusun rencana kerja inspeksi SPPG. Pastikan operasional SPPG berjalan sesuai dengan 14 indikator penilaian yang telah ditetapkan," tegas Tiorita.
Inspeksi dapat dilakukan secara manual maupun daring. Menurut Sekda Amril, sistem daring memungkinkan petugas mengakses instrumen penilaian dan memperoleh rekomendasi hasil inspeksi secara otomatis.
"Inspeksi Satgas MBG mencakup 14 indikator penilaian. Penilaian skor indikator untuk inspeksi SPPG selain dapat dilakukan secara manual, juga dapat diakses petugas secara online. Rekomendasi hasil inspeksi akan otomatis langsung muncul," jelas Amril.
Pemanfaatan bahan pangan lokal
Selain pengawasan, Tiorita mendorong pengelola SPPG memanfaatkan sumber daya alam lokal untuk bahan baku. Sayur-mayur, buah, telur, dan komoditas lain diharapkan memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.
Strategi ini tak hanya menjamin gizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi petani dan pelaku usaha setempat, serta meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal.
Data operasional SPPG
Berdasarkan data rapat, terdapat 82 SPPG yang melayani total 225.860 penerima manfaat. Penerima meliputi balita, peserta didik, ibu hamil, guru, dan tenaga kependidikan.
Dengan inspeksi dan penilaian kesesuaian, Pemkab Langkat berharap koordinasi antara Satgas MBG, camat, dan pengelola SPPG semakin kuat. Tujuannya agar pelaksanaan Program MBG berjalan optimal, tepat sasaran, dan memenuhi standar pelayanan yang berlaku.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
AMPI Binjai Perkuat Peran Pemuda, Dedy Rangkuti Beri Apresiasi
DPD AMPI Kota Binjai melantik Satgas dan Brigadir Kartini pada 1 November; Dedy Rangkuti mengapresiasi peran...
DMI Sibolga Dilantik, Ketua Baru Diminta Jaga Amanah dan Ukhuwah
Pengurus DMI Kota Sibolga 2026–2031 dilantik 30 Oktober; Ketua baru diminta menjaga amanah, memperkuat peran...
Pemkab Taput Percepat Pembangunan Jogging Track Siborongborong
Pemkab Tapanuli Utara percepat pembangunan jogging track di Lapangan Mini Siborongborong tahun 2026 untuk pe...
Wabup Tapanuli Utara Minta ASN Percepat Transformasi Birokrasi
Wabup Tapanuli Utara minta ASN percepat transformasi birokrasi lewat digitalisasi, inovasi, dan penyerapan a...
Evaluasi Sekolah Rakyat: Buka Data Kualitas dan Perlindungan
Pengamat minta evaluasi Sekolah Rakyat: buka data kualitas pembelajaran, distribusi tenaga, dan mekanisme pe...
Plt Bupati Langkat: ASN Diminta Jadi Teladan Pembayar Pajak
Plt Bupati Langkat minta ASN jadi teladan bayar pajak untuk dukung PAD; pembayaran bisa lewat kanal digital...