Tapanuli Utara Perkuat Akses Pembiayaan dan Hilirisasi Pertanian
Tarutung — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menjalin sinergi dengan Komisi VII DPR RI untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha dan mendorong hilirisasi pertanian. Pertemuan berlangsung di Aula Martua, Kantor Bupati, pada Kamis (3/9) dan membahas pengawasan KUR, penguatan permodalan, serta percepatan pemulihan UMKM.
Penguatan akses pembiayaan dan pengawasan KUR
Dalam pertemuan itu, Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menyampaikan kendala akses permodalan yang masih dihadapi pelaku usaha lokal. Pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan pendampingan mulai dari tingkat desa hingga kabupaten agar dana bisa tersalurkan tepat sasaran.
Ketua Tim Komisi VII DPR RI, Dr. Saleh Partaonan Daulay, memberi dukungan penuh terhadap langkah daerah memperluas akses pembiayaan. Dia menegaskan pentingnya KUR sebagai instrumen untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat kecil.
“Penyaluran KUR untuk plafon hingga Rp100 juta tidak boleh memakai agunan tambahan. KUR ini dirancang untuk mengembangkan ekonomi rakyat kecil, sehingga aksesnya harus dipermudah agar perekonomian masyarakat di daerah bisa bangkit,” tegas Saleh.
Mekanisasi dan hilirisasi sebagai strategi nilai tambah
Bupati Jonius memaparkan potensi ekonomi daerah yang bertumpu pada sektor pertanian, kerajinan ulos, dan pariwisata religi. Ia menekankan perlunya mengubah komoditas mentah menjadi produk bernilai lebih tinggi melalui hilirisasi.
“Fokus utama kami adalah membawa Tapanuli Utara menuju daerah yang bertani dan modern. Melalui program mekanisasi dan hilirisasi, kami ingin memfasilitasi para petani dan pengrajin agar produktivitas serta kesejahteraan mereka semakin meningkat,” ujar Bupati Jonius.
Pemkab mendorong mekanisasi pertanian dan pengolahan komoditas unggulan seperti kopi, jagung, dan durian lokal. Langkah ini bertujuan agar produksi tidak berhenti sebagai bahan mentah tetapi menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Dampak pada UMKM dan ekosistem usaha
Rapat juga menyoroti percepatan pemulihan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Tapanuli Utara. Sinergi antara pemerintah daerah dan Komisi VII diharapkan memperkuat ekosistem usaha dari hulu hingga hilir.
Dengan dukungan permodalan, teknologi, pendampingan, dan fasilitas pengolahan, sektor pertanian dan UMKM diharapkan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Langkah lanjutan
Pemerintah daerah berencana meningkatkan program pendampingan dan menjajaki kerja sama dengan lembaga perbankan untuk memastikan penyaluran pembiayaan sesuai ketentuan KUR. Komisi VII akan terus memantau pelaksanaan rekomendasi agar manfaat pembiayaan dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha.
Kolaborasi ini diharapkan menciptakan akses pembiayaan yang lebih mudah dan mempercepat hilirisasi komoditas lokal, sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Utara.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
3 Tukang Las Tewas dalam Kebakaran Pabrik Evyap di Sei Mangkei
Tiga pekerja las tewas saat kebakaran besar di pabrik PT Evyap Sei Mangkei, diduga akibat terjatuh saat meny...
Kebakaran Hebat di Pabrik Sabun Evyap di KEK Sei Mangkei
Kebakaran besar melanda pabrik sabun PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Simalungun, Kamis pagi; api masih dipadamk...
Bapenda Medan Tagih Tunggakan Rp2,03 M dari 46 Wajib Pajak
Bapenda Medan merealisasikan penagihan tunggakan Rp2,03 miliar dari 46 wajib pajak hingga Agustus 2026, mayo...
Polda Sumut Dalami Dugaan Penjualan dalam Kasus Winda Gowasa
Polda Sumut mendalami dugaan penjualan Winda Lorenza oleh suaminya setelah pernyataan keluarga viral; Propam...
Musriadi: Pendidikan Aceh Fondasi Peradaban dan Jati Diri
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Musriadi Aswad menegaskan pendidikan Aceh harus memadukan kecerdasan intelektual...
Wabup Sergai Hadiri Paripurna Bahas Perubahan Propemperda 2026
Wabup Adlin Tambunan hadiri Rapat Paripurna DPRD Sergai (2/9) untuk membahas perubahan Propemperda 2026 dan...