Nasional

AHY: Geopolitik Timur Tengah Dorong Kenaikan Biaya Penerbangan

Bagikan:
Menko AHY berbicara tentang dampak geopolitik pada industri penerbangan

Menko AHY, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan tekanan geopolitik di Timur Tengah berdampak pada biaya operasional maskapai dan mendorong penyesuaian tarif penerbangan.

Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Minggu 17 Mei 2026. AHY menegaskan penyesuaian tarif batas atas (TBA) akan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat dan lonjakan harga energi global.

Dampak geopolitik terhadap biaya operasional

Menurut AHY, ketegangan di kawasan Timur Tengah mengerek harga energi dunia. Kenaikan harga energi berimbas langsung pada komponen bahan bakar avtur, sehingga meningkatkan biaya operasional maskapai.

AHY menjelaskan pemerintah menilai dinamika global ini sebagai faktor yang memaksa adanya penyesuaian kebijakan, namun pelaksanaannya harus menjaga keterjangkauan bagi masyarakat.

Penyesuaian tarif: hati-hati dan terukur

Pemerintah akan menimbang berbagai aspek sebelum menaikkan TBA. Koordinasi intensif dilakukan antara Kementerian Perhubungan, maskapai, dan instansi terkait untuk mencari keseimbangan antara keberlangsungan industri dan daya beli masyarakat.

Memang tidak selalu mudah menghadapi dinamika dunia seperti ini. Tetapi mudah-mudahan ada perbaikan situasi dan harga tiket pesawat tidak terlalu memberatkan masyarakat,

AHY menyatakan kekhawatiran khusus menjelang libur sekolah dan Iduladha 1447 Hijriah, periode yang biasanya mendorong lonjakan mobilitas nasional.

Memang ini akan berdampak pada masyarakat. Tetapi ini yang memang harus diambil,

Fuel surcharge dan aturan Kemenhub

Sebelumnya Kementerian Perhubungan menyesuaikan mekanisme fuel surcharge sebagai respons terhadap fluktuasi harga avtur. Penyesuaian ini diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026.

KomponenPersentase Fuel Surcharge
Fuel surcharge terhadap TBA10% – 100%

Direktur Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan persentase surcharge disesuaikan dengan rata‑rata harga avtur dari penyedia bahan bakar penerbangan. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan antara biaya operasional maskapai dan keterjangkauan tarif bagi penumpang.

Implikasi bagi penumpang dan industri

Penyesuaian tarif diprediksi menekan beberapa calon penumpang, namun juga diperlukan agar maskapai dapat bertahan menghadapi kenaikan biaya bahan bakar. Pemerintah berharap situasi geopolitik membaik sehingga tekanan terhadap pasar energi dan sektor penerbangan menurun.

Pemerintah dan pelaku industri terus mengkaji langkah selanjutnya agar dampak pada masyarakat minimal sambil menjaga kelangsungan layanan transportasi udara nasional.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!