Korlantas dan Green SM Latih Pengemudi Taksi Demi Keselamatan Jalan
Korlantas Polri bersama Green SM Indonesia menggelar pelatihan pengemudi taksi pada Selasa, 19 Mei 2026, di Indonesia Safety Driving Center (ISDC), Pusdik Lantas Serpong. Kegiatan bertujuan meningkatkan keselamatan, kepatuhan berlalu lintas, dan profesionalitas pengemudi untuk menekan angka kecelakaan.
Tujuan dan fokus pelatihan
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menilai peningkatan kemampuan pengemudi krusial untuk menekan risiko kecelakaan jalan. Pelatihan ini menjadi bagian strategi untuk memperkuat budaya keselamatan berkendara.
“Kerja sama peningkatan kemampuan pengemudi ini penting karena persoalan di jalan harus mengutamakan keselamatan. Korlantas bersama Green SM melakukan pelatihan meningkatkan profesionalitas pengemudi,”
Agus menekankan bahwa pengemudi memegang peran besar dalam menekan angka kecelakaan. Dengan pelatihan, diharapkan kepatuhan berlalu lintas meningkat dan mendukung target zero accident.
“Semoga para pengemudi semakin tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Mereka juga diharapkan profesional melayani masyarakat,”
Rangkaian kegiatan pelatihan
Kegiatan berlangsung di ISDC Serpong dan dimulai dengan pembacaan ikrar keselamatan oleh peserta. Selanjutnya, peserta mendapat materi teori, praktik, dan simulasi di lapangan untuk menerapkan teknik mengemudi aman.
- Pembacaan ikrar keselamatan sebagai komitmen bersama
- Pembekalan teori keselamatan berkendara
- Latihan praktik mengemudi di lintasan khusus
- Simulasi situasi darurat dan pengambilan keputusan
Target dan program lanjutan
Korlantas memasukkan pelatihan ini dalam program Polantas Menyapa. Pada tahap awal, program menargetkan pelatihan terhadap 7.000 pengemudi untuk memperluas dampak keselamatan di jalan.
Menurut Agus, peningkatan kapasitas pengemudi diharapkan bukan hanya menurunkan angka kecelakaan, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan transportasi kepada publik.
Respon pihak swasta
Managing Director Green SM Indonesia, Deny Tjia, menyambut baik kolaborasi ini. Dia menyebut keselamatan sebagai prioritas utama perusahaan dalam memberikan layanan transportasi.
“Ini menjadi pionir kerja sama pihak swasta dengan institusi publik. Green SM Indonesia menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama,”
Implikasi dan langkah ke depan
Pelatihan yang menggabungkan teori, praktik, dan simulasi diharapkan menghasilkan perubahan perilaku berkendara di lapangan. Jika program Polantas Menyapa berjalan sesuai target, cakupan pelatihan dapat diperluas ke armada lain untuk memperkuat upaya menuju zero accident.
Kolaborasi antara institusi publik dan swasta akan menjadi kunci dalam mempercepat adaptasi standar keselamatan di sektor transportasi umum.
Berita Terkait
Puan: Kehadiran Prabowo Tanda Keseriusan Capai Kesejahteraan
Puan sebut kehadiran Presiden Prabowo di Rapat Paripurna 20 Mei 2026 penting untuk penyampaian KEM-PPKF RAPB...
DPR Ingatkan Tantangan Rokok Ilegal saat Usulan Lapisan Cukai
Ketua Komisi XI DPR ingatkan pentingnya segera atasi rokok ilegal saat wacana penambahan lapisan tarif cukai...
Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,8–6,5% pada 2027
Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 5,8–6,5% dengan APBN yang defisitnya dijaga ma...
Prabowo Pidato KEM-PPKF: Banggar DPR Sebut Jawab Keraguan Pasar
Banggar DPR menilai pidato Presiden Prabowo soal KEM-PPKF di paripurna bertujuan meredam keraguan pasar atas...
Banggar DPR: Defisit Fiskal 2026 Diperkirakan Mentok di 2,6%
Banggar DPR memproyeksikan defisit fiskal APBN 2026 mentok di 2,6 persen dan meminta pasar tidak khawatir at...
Presiden Sampaikan KEM PPKF 2027 di Paripurna DPR
Presiden Prabowo hadir di paripurna DPR 20 Mei 2026 untuk menyampaikan KEM PPKF 2027 dan menekankan kehati-h...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!