Misbakhun: KEM PPKF Jadi Kerangka Besar Ekonomi Nasional 2027
Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) ditetapkan sebagai kerangka besar ekonomi nasional 2027. DPR menegaskan dokumen ini akan menentukan arah kebijakan fiskal dan asumsi makro pemerintah, kata Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun pada Rabu, 20 Mei 2026 di Kompleks Parlemen Senayan.
KEM PPKF sebagai acuan kebijakan nasional
Misbakhun menyatakan pembahasan KEM PPKF tidak sekadar menilai kondisi pasar keuangan jangka pendek. Pemerintah dan DPR membahas keseluruhan arah ekonomi nasional secara menyeluruh, termasuk asumsi makro dan target fiskal.
Nilai tukar itu hanya salah satu aspek di dalam asumsi makro ekonomi kita. Bahkan IHSG tidak ada di sana
Asumsi makro yang dibahas
Pemerintah akan menelaah berbagai asumsi ekonomi makro yang menjadi basis kebijakan. Beberapa parameter utama yang disebutkan Misbakhun antara lain:
- Pertumbuhan ekonomi nasional
- Inflasi
- Proyeksi suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tenor 10 tahun
- Target pertumbuhan dalam rentang tertentu
Menurutnya, nilai tukar dan indikator pasar lainnya hanya salah satu dari banyak parameter yang harus diperhitungkan dalam KEM PPKF.
Jadi lengkap kita membicarakan. Tidak satu atau dua aspek saja di dalam parameter ekonomi
Implikasi bagi kebijakan fiskal
Penyusunan KEM PPKF akan berdampak pada penetapan kebijakan fiskal tahun 2027. Dokumen ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk merancang belanja, pembiayaan, dan asumsi penerimaan negara.
Misbakhun menekankan perlunya kehati-hatian karena skala ekonomi Indonesia besar dan kompleks. Ia mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia telah melampaui Rp23.000 triliun, sehingga kebijakan harus disusun dengan mempertimbangkan berbagai risiko dan peluang.
Konteks dan prospek
Penyusunan KEM PPKF yang menyeluruh diharapkan memberi kejelasan bagi pelaku ekonomi dan pasar. Dengan kerangka yang jelas, pemerintah dapat menjaga konsistensi kebijakan fiskal dan memitigasi volatilitas melalui asumsi makro yang realistis.
Pembahasan lanjutan akan menentukan nilai asumsi yang dipakai dalam perencanaan anggaran 2027 dan memengaruhi kebijakan fiskal jangka menengah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mitra Karawangjaya Ungkap Hambatan Pengelolaan Kawasan Industri
PT Mitra Karawangjaya menyampaikan kendala SHGB, SIPA, akses tol, dan gangguan keamanan yang mengancam kepas...
JPPI Minta Sekolah Terbuka dalam Penanganan Perundungan
JPPI mendesak sekolah bersikap terbuka menangani perundungan, mendorong SOP, akreditasi, dan sosialisasi unt...
BBM dan Avtur Indonesia Termurah di ASEAN, Diesel di Posisi Ketiga
Harga bensin RON 92, RON 95, dan avtur di Indonesia tercatat paling murah di Asia Tenggara; diesel berada di...
Puan: Satuan Baru TNI Harus Perkuat Pertahanan dan Kedaulatan
Puan Maharani minta satuan baru TNI diiringi penguatan kemampuan pertahanan dan dukungan pemerintah usai pel...
Kemenimipas: Sosok di Kamar Mewah Lapas Cibinong Adalah Jimmy Masrin
Kemenimipas menyatakan sosok di kamar mewah Lapas Cibinong adalah terpidana korupsi Jimmy Masrin berdasarkan...
Ombudsman Siapkan Investigasi Tata Kelola Lapas Cibinong
Ombudsman siapkan investigasi menyeluruh atas tata kelola Lapas Kelas IIA Cibinong setelah ditemukan fasilit...