Komisi XI Apresiasi Prabowo Sampaikan KEM-PPKF 2027 di Paripurna
Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) untuk 2027 pada Rapat Paripurna DPR. Kehadiran presiden dalam sidang itu diapresiasi Anggota Komisi XI DPR, Kamrussamad, pada Rabu, 20 Mei 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta. Langkah ini dianggap penting sebagai titik awal pembahasan nota keuangan APBN 2027.
Alasan apresiasi Komisi XI
Kamrussamad menilai penyampaian langsung oleh presiden menunjukkan optimisme pemerintah terhadap target pembangunan nasional tahun depan. Menurutnya, kehadiran kepala negara menegaskan komitmen pemerintah pada capaian ekonomi yang ingin diwujudkan.
"Kita mengapresiasi Presiden Prabowo yang langsung menyampaikan (KEM PPKF 2027). Ini menunjukkan ada optimisme dan semangat yang sangat kuat,"
Isi strategis KEM-PPKF
Komisi XI menyebut dokumen KEM-PPKF memuat target-target strategis yang menjadi rujukan penyusunan APBN 2027. Di antaranya adalah target pertumbuhan ekonomi, nilai tukar bagi nelayan dan petani, serta target lifting minyak nasional.
Dokumen itu juga mencantumkan sasaran nilai tukar rupiah dalam APBN 2027. Semua indikator tersebut akan menjadi dasar debat antara pemerintah dan parlemen dalam merumuskan kebijakan fiskal tahun depan.
Tahapan pembahasan dan jadwal
Kamrussamad mengingatkan bahwa penyampaian KEM-PPKF oleh presiden sesuai dengan tata tertib DPR. Tata tertib mengatur bahwa kepala pemerintahan berwenang menyampaikan rancangan KEM-PPKF, meski praktik sebelumnya sering diwakili oleh Menteri Keuangan.
"Yang tercantum di dalam tatib (tata tertib) DPR memang adalah presiden selaku kepala pemerintahan menyampaikan KEM-PPKF. Sebagai pembahasan awal untuk menyusun nota keuangan APBN yang akan dibacakan pada 16 Agustus nantinya,"
Penyampaian KEM-PPKF menjadi langkah awal sebelum penyusunan nota keuangan APBN yang dijadwalkan dibacakan dalam sidang tahunan pada 16 Agustus 2026. Selanjutnya, dokumen ini akan dibahas lebih rinci oleh Komisi XI dan legislatif lain sebagai bagian dari proses penganggaran.
Implikasi bagi penyusunan APBN 2027
Penyampaian langsung oleh presiden memberi sinyal kebijakan yang tegas dan memudahkan koordinasi awal antara eksekutif dan legislatif. Proses selanjutnya akan menentukan alokasi anggaran dan prioritas program yang masuk dalam APBN 2027.
Dengan KEM-PPKF sebagai acuan, DPR dan pemerintah diharapkan dapat menyepakati kerangka fiskal yang realistis dan mendukung target pembangunan nasional pada 2027.
Berita Terkait
Puan: Kehadiran Prabowo Tanda Keseriusan Capai Kesejahteraan
Puan sebut kehadiran Presiden Prabowo di Rapat Paripurna 20 Mei 2026 penting untuk penyampaian KEM-PPKF RAPB...
DPR Ingatkan Tantangan Rokok Ilegal saat Usulan Lapisan Cukai
Ketua Komisi XI DPR ingatkan pentingnya segera atasi rokok ilegal saat wacana penambahan lapisan tarif cukai...
Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,8–6,5% pada 2027
Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 5,8–6,5% dengan APBN yang defisitnya dijaga ma...
Prabowo Pidato KEM-PPKF: Banggar DPR Sebut Jawab Keraguan Pasar
Banggar DPR menilai pidato Presiden Prabowo soal KEM-PPKF di paripurna bertujuan meredam keraguan pasar atas...
Korlantas dan Green SM Latih Pengemudi Taksi Demi Keselamatan Jalan
Korlantas Polri dan Green SM latih pengemudi taksi di ISDC Serpong, 19 Mei 2026, guna tingkatkan keselamatan...
Banggar DPR: Defisit Fiskal 2026 Diperkirakan Mentok di 2,6%
Banggar DPR memproyeksikan defisit fiskal APBN 2026 mentok di 2,6 persen dan meminta pasar tidak khawatir at...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!