Prajurit TNI Wajib Melek Teknologi untuk Hadapi Kasus Hukum
Personel hukum TNI diminta menguasai teknologi dan memperkuat integritas untuk menghadapi tantangan hukum yang berkembang cepat di ranah digital. Pernyataan itu disampaikan Kolonel Laut Hukum Totok Sumarsono di Jakarta, 5 Juni 2026, seiring maraknya informasi viral yang menuntut respons cepat dari aparat.
Perubahan lanskap penegakan hukum
Kemajuan teknologi mengubah cara persoalan hukum muncul dan tersebar. Informasi kini cepat menjadi viral dan sering menjadi perhatian pimpinan dalam hitungan jam atau hari.
Situasi tersebut membuat pengambilan keputusan harus didukung data terkini dan analisis cepat. Oleh karena itu, kemampuan digital menjadi kebutuhan utama bagi perwira hukum.
Perwira hukum harus melek teknologi
"Perwira hukum harus melek teknologi dan melek digital. Jika tidak, mereka akan tertinggal perkembangan informasi,"
Kolonel Totok menegaskan bahwa keterampilan teknologi bukan sekadar kemampuan operasional. Kemampuan itu membantu penilaian cepat terhadap fakta, verifikasi informasi, dan penyusunan langkah hukum yang tepat.
Respons yang lambat atau data yang tidak mutakhir dapat menyebabkan penanganan kasus menjadi tidak efektif. Karena itu, pembaruan pengetahuan dan data menjadi rutinitas penting bagi personel hukum.
Ketangguhan mental dan integritas
Selain kompetensi digital, ketangguhan mental menjadi poin penting. Personel hukum dihadapkan pada tekanan publik dan kompleksitas kasus yang beragam.
"Penegak hukum harus berintegritas tinggi. Mereka tidak boleh mudah dipengaruhi kepentingan tertentu,"
Kolonel Totok menekankan bahwa integritas adalah modal utama untuk menjaga netralitas dan profesionalisme. Penegakan hukum yang adil hanya bisa terwujud bila aparat bebas dari tekanan kepentingan.
Upaya peningkatan kualitas
TNI berupaya menggabungkan penguatan kompetensi digital dan pembinaan integritas untuk menghasilkan prajurit hukum yang responsif, profesional, dan tangguh. Langkah ini meliputi pembaruan metode kerja dan penyesuaian kemampuan personel terhadap perkembangan digital.
Dengan demikian, TNI berharap penegakan hukum di lingkungan militer mampu mengikuti dinamika informasi dan tetap menjunjung prinsip keadilan serta profesionalisme.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Diduga Korsleting, 70 Rumah di Kampung Adat Sukabumi Terbakar
Kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, 25 Juli 2026, meludeskan 70 rumah sehingga 420 warga kehilan...
Pemerintah Siapkan 2.000 Kampung Nelayan untuk Kesejahteraan
Pemerintah akan membangun 2.000 kampung nelayan mulai 2026, lengkap balai lelang, pabrik es, cold storage, d...
Pemerintah Percepat Program Makan Bergizi Gratis dalam Dua Tahap
Pemerintah percepat program Makan Bergizi Gratis dalam dua tahap: satu bulan fokus 3T dan pondok pesantren,...
Kemkomdigi Raih Predikat Kualitas Tertinggi Tanpa Maladministrasi
Kemkomdigi mendapat predikat kualitas tertinggi tanpa maladministrasi dari ORI untuk 2024–2025 dengan skor 8...
Wamenko: Ketahanan Pangan Kian Menguat, Stok Beras 5 Juta Ton
Pemerintah perkuat ketahanan pangan dengan cadangan beras 5 juta ton; stok dinilai cukup hadapi El Nino dan...
Pertagas Gelar Office Adventure Day Rayakan Hari Anak Nasional
Pertagas menggelar Office Adventure Day pada 25 Juli 2026, menghadirkan ruang bermain edukatif bagi 35 anak...