RSUP H. Adam Malik Terapkan Ablasi Microwave untuk Mioma
RSUP H. Adam Malik mulai menerapkan ablasi microwave sebagai perawatan non-bedah untuk mioma uteri dan adenomyosis. Tindakan pertama berhasil dilakukan pada 12 November 2025 pada pasien perempuan berusia 48 tahun, menawarkan alternatif pengobatan yang mempertahankan rahim dan mempercepat pemulihan dibanding operasi pengangkatan rahim.
Kenapa dan siapa yang membutuhkan
Mioma uteri dan adenomyosis adalah tumor jinak pada otot rahim yang umum dialami perempuan usia 30–50 tahun. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan haid berat, nyeri panggul, dan masalah kesuburan, meski banyak mioma yang tidak bergejala hingga ukurannya membesar dan memicu komplikasi.
Bagaimana prosedur ablasi microwave bekerja
Menurut dr. Hanudse Hartono, M.Kes, Sp.OG(K), ablasi microwave adalah prosedur invansif minimal yang menggunakan energi gelombang mikro untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan mioma.
“Microwave ablation merupakan prosedur invansif minimal (dengan sayatan kecil) yang menggunakan energi gelombang mikro untuk memanaskan dan menghancurkan mioma uteri, sehingga menyusut dan meredakan gejalanya. Cara kerja operasi ini, jarum kecil dimasukkan ke dalam tumor dengan menggunakan panduan ultrasonografi (USG), bisa melalui dinding perut ataupun transvaginal. Lalu energi gelombang mikro disalurkan melalui jarum untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan tumor tersebut,”
Prosedur ini dilakukan dengan panduan USG. Jarum kecil dimasukkan langsung ke dalam tumor, lalu gelombang mikro dialirkan sehingga jaringan target menjadi rusak dan mengecil.
Studi kasus pasien pertama
Tindakan pertama di rumah sakit itu dilakukan pada pasien berusia 48 tahun yang telah didiagnosis mioma sejak 2017. Karena ukurannya sudah lebih dari 10 cm, pasien memilih ablasi microwave daripada operasi pengangkatan rahim.
“Saya memutuskan untuk operasi karena memang diameternya sudah di atas 10 cm. Kemudian, dilakukan tindakan microwave ablation. Alhamdulillah sudah mulai merasakan lebih baik. Saya sangat berterima kasih sekali dengan para tim dokter yang sudah membantu pelaksanaan operasi saya,”
Dampak dan prospek layanan
Dengan metode ini, pasien mioma dan adenomyosis kini punya pilihan yang mempertahankan uterus. Keuntungan yang diharapkan antara lain waktu pemulihan lebih singkat, penurunan gejala, dan perbaikan kualitas hidup.
Pelayanan ini berpotensi menjadi harapan baru bagi pasien ginekologi di Sumatera Utara dan daerah sekitarnya, karena mengurangi ketergantungan pada operasi pengangkatan rahim sebagai satu-satunya opsi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PKS Minta Penjelasan Menyeluruh soal R-APBD Medan 2027
Fraksi PKS DPRD Medan meminta penjelasan rinci atas proyeksi pendapatan, pengurangan belanja, dan kesiapan p...
MUI dan Pemkab Simalungun Perkuat Sinergi Jelang Hari Santri
Bupati Simalungun terima kunjungan MUI untuk perkuat sinergi; bahas Hari Santri dan pengukuhan pengurus MUI...
PDIP DPRD Medan Desak Pemko Tanggung Jawab Atasi Krisis Air
Fraksi PDIP DPRD Medan minta Pemko tanggung jawab atasi krisis air, segera tetapkan pejabat definitif, dan p...
Hilirisasi Bauksit: Proyek Smelter Mempawah dan Tantangan Energi
Indonesia mulai memproses bauksit di Mempawah untuk memperbesar kapasitas alumina dan membangun pabrik peleb...
FPRMI Aceh Gelar Diskusi Potensi Jerat Pidana dalam Jurnalistik
FPRMI Aceh menggelar diskusi 15 Okt di Banda Aceh membahas batas kebebasan pers, etika, dan potensi pidana d...
Binjai Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan
Pemko Binjai tambah kendaraan, pasang CCTV TMA dan 14 sirene untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim...