Zulhas Sambangi Bumi Shalawat, Titip Pesan Kritis dan Peduli Lingkungan
Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengunjungi Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat di Sidoarjo, Jawa Timur, pada 25 Mei 2026. Dalam kunjungan itu ia berdialog dengan sekitar 300 santri, memberi pesan tentang keberanian dan berpikir kritis, serta menyerahkan hewan kurban seberat 1.112 kilogram.
Dialog: dorongan untuk berani dan kritis
Zulhas bersilaturahmi dengan pengasuh pesantren, KH Agoes Ali Masyhuri atau Gus Ali, lalu mengadakan dialog terbuka bersama ratusan santri. Ia menilai Pesantren Bumi Shalawat sukses memadukan pendidikan agama dengan pendidikan umum bertaraf internasional.
Dalam pertemuan, Zulhas menekankan pentingnya keberanian dan kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi tantangan masa depan. Ia meminta generasi muda Islam tidak pasif tetapi aktif mencari pengetahuan.
Keberanian menjadi syarat utama untuk maju. Santri juga harus kritis dan memiliki rasa ingin tahu.
Pesan lingkungan: mulai dari kebiasaan sederhana
Selain pesan intelektual, Zulhas juga mengingatkan para santri agar peduli terhadap lingkungan sekitar. Ia menyarankan langkah-langkah sederhana yang bisa diterapkan di pesantren dan rumah, seperti membiasakan pemilahan sampah.
Secara spesifik, Zulhas meminta agar santri memilah sampah organik, nonorganik, dan bahan berbahaya beracun atau B3. Menurutnya, kebiasaan kecil itu akan berdampak besar jika dilakukan secara konsisten.
Penyerahan kurban dan simbol kebersamaan
Kunjungan ditutup dengan penyerahan hewan kurban berat total 1.112 kilogram kepada pihak pesantren. Penyerahan dilakukan menjelang perayaan Iduladha sebagai wujud kepedulian sosial dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat pesantren.
Implikasi dan harapan ke depan
Kunjungan Zulhas ke Bumi Shalawat mencerminkan perhatian kementerian terhadap integrasi pendidikan agama dan umum serta isu lingkungan di lembaga pendidikan keagamaan. Langkah edukatif tentang pemilahan sampah juga membuka peluang kolaborasi program lingkungan antara pesantren dan pemerintah daerah.
Harapannya, pesan keberanian, kecakapan berpikir kritis, dan kebiasaan ramah lingkungan yang disampaikan dapat diinternalisasi oleh santri dan diterapkan secara berkelanjutan di pesantren-pesantren lain.
Berita Terkait
Prabowo Salat Iduladha di Prancis dan Salurkan 1.098 Sapi Kurban
Presiden Prabowo akan salat Iduladha di Paris saat kunjungan kerja; pemerintah juga menyalurkan 1.098 sapi k...
BPS: Harga Cabai Rawit Turun 6,99% Namun Masih Di Atas HAP
BPS: Harga cabai rawit turun 6,99% pada minggu ketiga Mei 2026 namun masih di atas HAP, dengan rata-rata Rp6...
Kemensos Targetkan 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni 2026
Kemensos menargetkan 93 gedung Sekolah Rakyat rampung Juni 2026 agar dapat dipakai untuk pembelajaran mulai...
BPS: Harga Cabai Merah Naik, Masih dalam Rentang HAP
BPS: harga cabai merah naik 9,91% per Mei 2026 namun masih dalam rentang HAP; rata-rata Rp48.600/kg dan 73,6...
Apkasindo Desak Pemulihan Harga TBS Sawit dan Kejelasan DSI
Apkasindo desak pemulihan harga TBS sawit yang anjlok dan minta kejelasan implementasi DSI demi lindungi pet...
Prabowo Diperkirakan Salat Iduladha di Prancis saat Kunjungan
Presiden Prabowo diperkirakan menunaikan salat Iduladha 1447 H di Prancis saat kunjungan kenegaraan; jadwal...