Nasional

Prabowo: Gagasan Bukan Baru, Intinya Tegakkan UUD 1945

Bagikan:
Presiden Prabowo berpidato saat Harlah PKB ke-28 di JCC Jakarta

Presiden Prabowo Subianto mengatakan gagasannya bukan sesuatu yang baru, melainkan upaya menegakkan amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945. Pernyataan itu disampaikan pada puncak Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis, 23 Juli 2026.

Inti pidato: tegakkan konstitusi

Dalam sambutannya Presiden menegaskan bahwa fokusnya adalah pelaksanaan cita-cita pendiri bangsa sesuai konstitusi. Ia menolak klaim tentang inovasi radikal dan menegaskan komitmen pada ketentuan dasar negara.

“Gagasan saya tidak ada yang baru, gagasan saya tidak ada yang luar biasa, gagasan saya hanya ingin menegakkan UUD. Ketegasan perjuangan saya, keyakinan saya adalah keyakinan saya terhadap cita-cita pendiri bangsa,”

Penegasan pada Pasal 33 dan 34

Prabowo menegaskan keyakinannya pada naskah proklamasi dan konstitusi. Ia menyebut roh perjuangan bangsa tercermin dalam ketentuan ekonomi dan sosial negara yang tercantum dalam konstitusi.

“Keyakinan saya terhadap Proklamasi 17 Agustus 1945, keyakinan saya terhadap UUD negara kita. Keyakinan saya terutama Pasal 33 UUD 1945 dan Pasal 34 UUD kita , itu keyakinan saya,”

Kekayaan negara dan kesejahteraan rakyat

Presiden kemudian mengaitkan pelaksanaan konstitusi dengan tujuan kemerdekaan: memberikan kehidupan layak bagi seluruh rakyat. Ia mengingatkan bahwa kesejahteraan tidak akan tercapai jika sumber daya negara tidak dinikmati masyarakat.

“Kita ingin merdeka dari sejak ratusan tahun, kita ingin merdeka agar kita seluruh rakyat hidup layak. Kita menginginkan rakyat kita hidup layak,”

Prabowo menambahkan keprihatinan soal aliran kekayaan ke luar negeri.

“Bagaimana kita bisa memberikan kehidupan rakyat, kalau kekayaan kita diambil. Terus dibawa ke luar negeri dan tidak dinikmati rakyat kita,”

Pejabat dan ketua umum partai hadir

Acara Harlah PKB dihadiri sejumlah menteri yang juga menjabat ketua umum partai. Mereka hadir sebagai tamu dan pengurus partai.

  • Bahlil Lahadalia — Menteri ESDM dan Ketua Umum Partai Golkar
  • Zulkifli Hasan — Menteri Koordinator Pangan dan Ketua Umum PAN
  • Prasetyo Hadi — Menteri Sekretaris Negara dan kader Partai Gerindra
  • Agus Harimurti Yudhoyono — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan
  • Almuzzammil Yusuf — Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Pidato Presiden di Harlah PKB menegaskan arah kebijakan yang ingin ditekankan pemerintah: menempatkan konstitusi sebagai rujukan utama dalam pengelolaan sumber daya dan upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pernyataan itu diprediksi akan menjadi rujukan dalam perdebatan kebijakan ekonomi dan kedaulatan sumber daya ke depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait