Sejarah TNI: Dari TKR ke Tentara Nasional Indonesia
5 Oktober diperingati sebagai Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) karena pada tanggal itu lahir organisasi ketentaraan pertama yang menjadi cikal bakal TNI. Pembentukan awal berlangsung pada 5 Oktober 1945 dengan berdirinya Tentara Keamanan Rakyat (TKR), yang kemudian berkembang melalui beberapa perubahan nama hingga resmi menjadi TNI.
Awal pembentukan: BKR dan TKR
Perjalanan organisasi ketentaraan Indonesia berawal dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) sebagai wadah untuk menjaga keamanan pascakemerdekaan. Dari BKR terbentuk Tentara Keamanan Rakyat pada 5 Oktober 1945, yang menjadi landasan peringatan Hari TNI.
Perubahan nama dan penyatuan menjadi TNI
TKR kemudian berganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) untuk menyempurnakan struktur sesuai standar militer internasional. Selanjutnya, pemerintah menyatukan TRI dengan berbagai badan perjuangan bersenjata untuk membentuk organisasi nasional.
Pengesahan resmi penyatuan itu menghasilkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia pada 3 Juni 1947. Keputusan ini menjadikan TNI sebagai wadah penyatuan tentara reguler dan kelompok perjuangan rakyat.
Integrasi dan pemisahan: ABRI ke TNI
Pada 1962, struktur pertahanan berubah lagi ketika angkatan perang dan Kepolisian digabung menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Pada era reformasi, Polri dipisahkan dari ABRI, sehingga nama Tentara Nasional Indonesia kembali digunakan untuk institusi militer.
Peringatan Hari TNI 2026
Pada 5 Oktober 2026, TNI memperingati hari jadinya yang ke-81. Peringatan tahun ini mengangkat tema "TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur", sebagai penegasan peran TNI bersama masyarakat.
Garis waktu singkat
- 5 Oktober 1945: Berdirinya Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
- Periode berikutnya: TKR berubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).
- 3 Juni 1947: Pengesahan resmi Tentara Nasional Indonesia.
- 1962: Integrasi angkatan perang dan Kepolisian menjadi ABRI.
- Era reformasi: Pemisahan Polri, kembali menggunakan nama TNI.
- 5 Oktober 2026: Peringatan ke-81 Hari TNI.
Perjalanan ini menegaskan bahwa tanggal 5 Oktober memiliki makna historis kuat dalam perkembangan pertahanan negara. Dari BKR ke TKR lalu menjadi TNI, proses itu mencerminkan upaya penyatuan kekuatan bersenjata demi kedaulatan dan keamanan nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kapolri: Berbeda Seragam, Satu Hati Menjaga Negeri — HUT TNI ke-81
Kapolri Suyudi tegaskan TNI dan Polri tetap "satu hati" menjaga Indonesia menjelang HUT TNI ke-81, 5 Oktober...
Basarnas Imbau Keluarga Korban KM Virgo Tidak Menunggu di Pelabuhan
Basarnas mengimbau keluarga korban KM Virgo agar tidak terus menunggu di pelabuhan; korban yang ditemukan ak...
Cara Mengurus Buku Nikah Rusak atau Hilang, Gratis di KUA
Buku nikah rusak atau hilang dapat diganti gratis di KUA tempat akad; ketahui persyaratan dan dasar hukumnya...
Mendag: Perlindungan Hak Pekerja Bukan Instrumen Politik
Mendag Budi Santoso menegaskan perlindungan hak pekerja bukan alat politik dan menekankan penanganan kerja p...
Produksi Padi Jan–Agust 2026 Capai 43,89 Juta Ton
Produksi padi Januari–Agustus 2026 tercatat 43,89 juta ton GKG, naik 0,07%; luas panen 8,32 juta ha dan prod...
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...