PERSAGI: Standar Bahan Baku Kunci Keberhasilan Program MBG
Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat standar bahan baku dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan ini disampaikan pada 23 Juli 2026 saat diskusi di Jakarta sebagai respons terhadap penerapan MBG secara nasional. PERSAGI menilai kualitas bahan pangan menentukan manfaat gizi yang diterima masyarakat, terutama kelompok rentan.
Standar bahan baku dan fokus penerima
Ketua Umum PERSAGI, Doddy Izwardy, menegaskan standar bahan baku jadi penentu langsung kecukupan gizi program. Ia menyoroti pentingnya menargetkan penerima yang paling membutuhkan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Tata kelola yang dibangun selama 10 tahun mencegah stunting itu dengan intervensi sudah terbangun dari nasional sampai daerah. Jadi tinggal masukkan saja bagaimana pemenuhan gizinya,"
Doddy menekankan pemenuhan gizi harus memprioritaskan bumil, busui, balita, serta wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Ia juga menyebut jaringan Posyandu dan puskesmas sebagai infrastruktur penting untuk distribusi dan pemantauan.
Kebutuhan lokal dan peran ahli gizi
PERSAGI mengingatkan bahwa kondisi geografis Indonesia berbeda-beda sehingga menu MBG tidak bisa seragam. Penggunaan bahan pangan lokal yang sesuai potensi daerah diperlukan untuk menjaga kualitas gizi.
"Emang harus kembali lagi ke program 3B ini, bumil, busui, dan balita, dan daerah 3T. Kunci yang dibangun selama ini kan di Posyandu ya, di situ sudah kuat sebenarnya,"
Selain itu, Doddy meminta keterlibatan ahli gizi di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Peran pengawas gizi dipandang penting untuk memastikan bahan pangan aman, bergizi, dan sesuai kebutuhan lokal.
"Yang paling penting itu adalah pengambilan keputusannya harus benar-benar destruktif. BGN punya core wheel sampai ke SPPG, tinggal bagaimana kecukupan gizinya,"
Dukungan pemerintah dan koordinasi lintas sektor
Pemerintah pusat memberi sinyal dukungan penuh terhadap MBG. Presiden menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga terkait ikut serta mendukung pelaksanaan program tersebut.
"Presiden mengarahkan agar seluruh kementerian dan lembaga terkait mendukung serta membantu BGN dalam menyukseskan program MBG. Sinergi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pelaksanaan program di lapangan,"
BGN menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, dan mitra pelaksana. Fokusnya pada tata kelola, koordinasi lapangan, pengawasan, serta penyelesaian tantangan implementasi.
Dengan penekanan pada standar bahan baku, peran ahli gizi, dan sinergi lintas sektor, diharapkan MBG dapat meningkatkan kualitas gizi sasaran dan mendukung upaya peningkatan sumber daya manusia menuju tujuan jangka panjang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...