DPC PDI Perjuangan Bojonegoro Ziarah ke Makam KH Baidhowi Lasem
Bojonegoro - Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menggelar ziarah ke makam KH Baidhowi di Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Minggu, 28 Juni 2026. Kegiatan itu dilakukan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno sekaligus menapaki kembali hubungan sejarah antara KH Baidhowi dan Bung Karno.
Ziarah dan peserta
Ziarah diikuti seluruh jajaran pengurus DPC serta Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Pimpinan Anak Cabang (KSB PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan berlangsung secara khidmat dan diisi dengan doa bersama.
- Waktu: Minggu, 28 Juni 2026
- Tempat: Makam KH Baidhowi, Lasem, Rembang, Jawa Tengah
- Peserta: Pengurus DPC dan KSB PAC se-Kabupaten Bojonegoro
Tujuan napak tilas
Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro, yang juga menjabat Wakil Ketua II DPRD Bojonegoro, Bambang Sutriyono, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan. Napak tilas dimaksudkan untuk mengingat dan mempelajari hubungan historis antara tokoh agama dan tokoh nasional.
Napak tilas untuk mengingat hubungan antara KH Baidhowi Lasem dan Bung Karno,
Legitimasi politik dan keagamaan Bung Karno
KH Baidhowi Lasem (1880–1966) dikenal sebagai ulama kharismatik yang berperan menjaga integrasi bangsa pada awal kemerdekaan. Pada awal 1950-an, ia mengeluarkan pandangan yang berpengaruh terhadap legitimasi pemerintahan Republik Indonesia.
KH Baidhowi memberi gelar kepada Presiden Soekarno sebagai Waliyyul Amri adh-Dharuri bisy-Syaukah, istilah yang memperkuat posisi Bung Karno sebagai pemimpin yang sah menurut perspektif hukum Islam. Gagasan ini lalu dibahas di forum ulama Nahdlatul Ulama dan diperkuat dalam Konferensi Alim Ulama di Cipanas, Bogor, 3–6 Maret 1954.
Peran menghadapi ancaman disintegrasi
Pada masa itu Indonesia menghadapi ancaman serius, termasuk pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang menuntut pembentukan Negara Islam. Pandangan ijtihad politik-keagamaan dari KH Baidhowi memberi panduan spiritual dan konstitusional bagi umat Islam untuk tetap mendukung pemerintahan yang sah.
Pesan untuk kader dan kesinambungan perjuangan
Bambang Sutriyono berharap napak tilas dan doa bersama ini memberi pelajaran penting bagi kader partai. Ia mengingatkan perlunya sinergi antara kaum nasionalis dan religius untuk menjaga persatuan bangsa.
Kita harus mengingat kembali sejarah peran tokoh-tokoh yang berjasa untuk bangsa. Melalui napak tilas ini, diharapkan seluruh kader semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, memperkuat ideologi kebangsaan, serta melanjutkan cita-cita perjuangan para pendiri bangsa,
Acara ziarah di Lasem menjadi pengingat historis sekaligus penguatan ideologis bagi kader PDI Perjuangan di Bojonegoro untuk menjaga persatuan dan melanjutkan nilai-nilai kebangsaan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPR Minta Pengusutan Tuntas Kekerasan Ibu terhadap Anak di Pamekasan
DPR minta polisi mengusut tuntas kasus kekerasan ibu terhadap anak di Pademawu, Pamekasan, termasuk pemeriks...
PDI Perjuangan: Perubahan APBD Sumenep Harus Pro Rakyat
Fraksi PDI Perjuangan minta Perubahan APBD Sumenep 2026 tetap berpihak pada rakyat meski PAD naik dan belanj...
Surabaya Minta Perlindungan untuk Pedagang Pasar Tradisional
DPRD Surabaya dan APPSI minta pemerintah lindungi pedagang pasar tradisional dari tekanan pasar modern, dari...
DPRD Jember Minta Pangkas Anggaran Rp2,8 Miliar untuk Stiker Bantuan
DPRD Jember minta Pemkab memangkas anggaran Rp2,8 miliar untuk stiker bantuan dan mengusulkan satu jenis sti...
Jaranan Hiasi Peringatan Kemerdekaan di Trenggalek
Ribuan warga menyaksikan pagelaran jaranan di halaman DPC PDI Perjuangan Trenggalek, 17 Agustus 2026, sebaga...
ASN Banyuwangi Berbagi daftarkan 1.144 pekerja informal ke BPJS
ASN Banyuwangi Berbagi mendaftarkan 1.144 pekerja informal ke BPJS Ketenagakerjaan pada 17 Agustus 2026 untu...