Indonesia Dorong Kemitraan Global Lewat World Mangrove Center
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mempertegas peran Indonesia dalam pelestarian mangrove dunia pada Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests di Markas Besar PBB, New York, Senin, 11 Mei 2026. Ia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sekitar 23% dari total luas mangrove global dan mendorong pembentukan World Mangrove Center untuk memperkuat kemitraan internasional, riset, dan restorasi.
Indonesia pegang pangsa besar mangrove dunia
Menurut pernyataan Menhut, kepemilikan mangrove Indonesia membuat negara ini memiliki tanggung jawab strategis dalam aksi iklim dan konservasi pesisir. Sekitar 80% ekosistem mangrove di Indonesia berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan, sehingga pemerintah menempatkan mangrove sebagai aset nasional untuk ketahanan pesisir dan keanekaragaman hayati.
Tujuan dan fitur World Mangrove Center
Inisiatif World Mangrove Center dirancang sebagai pusat unggulan untuk mempercepat kolaborasi ilmu pengetahuan dan pendanaan internasional. Pusat ini akan menggabungkan riset, pelatihan, dan praktik restorasi yang teruji untuk diterapkan di berbagai wilayah pesisir.
- Membangun jaringan field observatory di berbagai lokasi mangrove Indonesia.
- Memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan inovasi riset.
- Menarik pendanaan internasional untuk restorasi berkelanjutan.
- Meningkatkan kapasitas komunitas pesisir dan pemangku kepentingan.
Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan, Dyah Murtiningsih, menegaskan peran pusat itu dalam mempercepat pemulihan mangrove global. Ia menyebutkan rencana pengembangan pusat penelitian dan stasiun observasi lapangan di seluruh Indonesia untuk mendukung aksi tersebut.
"Indonesia menyambut baik kolaborasi melalui World Mangrove Center untuk memajukan manajemen mangrove berkelanjutan di tingkat global," tutur Menteri Kehutanan.
"Langkah ini diharapkan dapat mempercepat restorasi mangrove global dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ekosistem pesisir dunia," tambah Dyah Murtiningsih.
Dampak dan langkah ke depan
Upaya ini menunjukkan Indonesia tidak hanya menjaga kekayaan alam domestik, tetapi juga menggalang kemitraan global untuk solusi berbasis alam. Dengan fokus pada riset terapan dan restorasi yang berkelanjutan, pemerintah berharap inisiatif ini memperkuat kontribusi mangrove dalam mitigasi perubahan iklim dan adaptasi pesisir.
Ke depan, Indonesia akan mendorong implementasi jaringan penelitian, akses pendanaan internasional, dan program pelibatan masyarakat pesisir. Inisiatif ini berpotensi menjadi model kolaborasi global untuk memulihkan dan melindungi ekosistem mangrove secara sistematis.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Xi Jinping Sampaikan Duka atas Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Xi Jinping menyampaikan duka atas gempa magnitudo 7,7 di NTT (15 Agustus 2026) dan yakin Indonesia dapat pul...
Xi Jinping Berduka atas Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Xi Jinping menyampaikan duka atas gempa magnitudo 7,7 di NTT dan yakin Indonesia dapat cepat pulih. BMKG cat...
Pengungsi Gempa Flores Tersebar, Pemerintah Perkuat Satgas
Pemerintah bentuk satgas daerah dan kirim tenda, logistik, serta tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan pengu...
Kebakaran Belakang Pabrik di Purwakarta, 16 Damkar Dikerahkan
Kebakaran di belakang PT Iluva Gravure Industri Purwakarta terjadi pukul 17.50 WIB; 16 mobil damkar dikerahk...
Kemenekraf Pecahkan Rekor Dunia dengan 306 Pegawai Berwastra Tenun
Kemenekraf memecahkan rekor Guinness World Records dengan 306 pegawai mengenakan wastra tenun ATBM pada 17 A...
101,5 Ton Logistik Dikirim untuk Korban Gempa NTT
Pemerintah mengirimkan 101,5 ton logistik ke korban gempa NTT selama 15-17 Agustus 2026 melalui jalur udara...