ID FOOD Luncurkan Warung Pangan untuk Pangkas Rantai Pasok
ID FOOD meluncurkan program Warung Pangan di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan, Senin 20 Juli 2026. Program ini dirancang memangkas rantai distribusi pangan dan menjaga stabilitas harga di pasar tradisional. Peluncuran dihadiri pejabat kementerian serta pimpinan badan pangan dan BUMN pangan.
Peluncuran dan tujuan
Acara peluncuran diwakili Wakil Menko Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq bersama pejabat Badan Pangan Nasional, Kementerian Perdagangan, dan Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo. Mereka menegaskan target program yang jelas: memperpendek jalur distribusi untuk menekan biaya logistik dan menstabilkan harga konsumen.
"Keberadaan warung pangan ini menjadi hal yang paling penting untuk menjaga stabilitas harga. Sekaligus memperkuat pasar tradisional agar lebih mudah mendapatkan pasokan barang,"
kata Hanif, menyoroti keterbatasan akses pasokan pada pasar tradisional dibanding pasar modern.
Mekanisme operasi dan cakupan awal
ID FOOD menghadirkan 32 Stok Poin dan bekerja sama dengan 640 Mitra Warung Pangan di fase awal. Jaringan awal menjangkau wilayah Jabodetabek dan akan diperluas melalui 43 cabang ID FOOD di berbagai daerah.
- Jakarta
- Bogor
- Depok
- Tangerang
- Bekasi
Dengan lokasi strategis di pasar tradisional, program ini memanfaatkan jaringan yang telah ada untuk menghindari operasi pasar sementara yang dinilai kurang efisien.
Digitalisasi dan peran data
Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, menyatakan Warung Pangan dibangun sebagai ekosistem distribusi berbasis data. Sistem ini mencakup perencanaan pasokan, digitalisasi perdagangan, analisis pasar, dan pemantauan cadangan.
"Warung Pangan di ID FOOD Group saat ini diperkuat sebagai ekosistem distribusi yang lebih terstruktur dan berbasis data, mulai dari perencanaan pasokan, penyaluran produk, hingga pemantauan kebutuhan pasar,"
Setiap transaksi akan menghasilkan data penjualan yang dimanfaatkan untuk membaca pola permintaan dan menentukan produk prioritas.
Produk dan hubungan dengan KDMP
Pada tahap awal tersedia sekitar 12 jenis produk yang dijual lewat jaringan Warung Pangan. Produk itu antara lain:
- Beras premium
- Minyak goreng premium
- Gula
- Berbagai produk pangan lain
ID FOOD menegaskan program ini melengkapi peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), bukan menjadi pesaing. KDMP difokuskan pada penyaluran komoditas program pemerintah, sedangkan Warung Pangan bekerja pada stabilisasi harga melalui mekanisme perdagangan di pasar tradisional.
Dampak dan prospek
Dengan memendekkan rantai pasok, pemerintah dan ID FOOD berharap biaya logistik turun dan harga di tingkat konsumen menjadi lebih terjangkau. Ekspansi bertahap melalui cabang-cabang akan menjadi kunci untuk mencapai jangkauan nasional.
Penggunaan data transaksi diharapkan memberikan sinyal permintaan yang lebih cepat, sehingga pasokan bisa disesuaikan tanpa mengganggu stabilitas pasar.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...