Warga Sukarame Baru Diduga Dianiaya Petugas APN, Satu Tewas
Seorang warga Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, dilaporkan meninggal dunia pada Selasa (16/6) setelah diduga mengalami penganiayaan oleh petugas keamanan PT Agrinas Palma Nusantara (APN) Regional 1 di areal kebun eks PT Grahadura Leidong Prima. Korban bernama Luis David Hutabarat (32) ditemukan tewas di lokasi, sementara satu rekannya juga terluka.
Peristiwa dan kronologi
Berdasarkan keterangan warga, korban dan beberapa rekannya sedang dalam perjalanan pulang dari ladang dan melintasi Blok 3 kebun PT APN. Saat tiba di lokasi, mereka diduga dihadang oleh petugas keamanan perusahaan yang disebut-sebut anggota TNI AD.
Insiden berujung cekcok yang kemudian bereskalasi menjadi tindak kekerasan. Luis diduga ditabrak sepeda motor, dicekik, dan mengalami penganiayaan hingga meninggal di tempat. Rekan korban sempat direkam menggunakan ponsel, namun pelaku disebut mengancam dengan parang sehingga perekaman terhenti.
Bukti luka dan penanganan jenazah
Keluarga menyebutkan terdapat sejumlah luka pada tubuh korban, termasuk dugaan bekas tusukan gancu sawit. Jenazah dibawa ke RSUD Rantauprapat untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.
"Menantu saya bersama temannya pulang dari ladang melintasi lahan PT Agrinas Grahadura. Mereka dihadang oleh oknum aparat... Menantu saya langsung ditabrak sepeda motor dan dicekik hingga meninggal di lokasi,"
Perkataan di atas disampaikan oleh Ramlan Nainggolan, mertua korban, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler.
Aksi massa dan kerusakan aset perusahaan
Kematian korban memicu amarah warga. Sejumlah massa mengejar sebuah mobil Daihatsu Xenia warna merah marun bernopol BM 1328 QI yang dikendarai oknum aparat. Kendaraan itu dilaporkan lolos hingga ke Mapolsek Kualuh Hulu di Aek Kanopan.
Suasana memanas di Desa Sukarame Baru dan menyebabkan penjarahan serta pembakaran beberapa aset perusahaan. Kepala Desa Sukarame Baru menyebut sedikitnya tujuh unit bangunan milik perusahaan dijarah, dan tiga unit, termasuk kantor perusahaan, dibakar massa.
"Kekesalan warga menjadi pelampiasan setelah adanya korban meninggal dunia. Namun saat ini kondisi sudah mulai berangsur kondusif setelah aparat dan pemerintah setempat turun langsung menenangkan masyarakat,"
Tindakan aparat dan penyelidikan
Camat Kualuh Hulu, Maruli Tanjung, mengatakan ia turun langsung ke lapangan untuk meredam situasi dan mencegah meluasnya aksi massa.
"Saya langsung turun ke lapangan dan berbaur dengan masyarakat untuk menenangkan situasi yang masih memanas agar tidak berkembang lebih luas,"
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan penganiayaan yang berujung kematian. Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT Agrinas Palma Nusantara belum memberikan keterangan resmi atas peristiwa tersebut.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Kasus ini memicu konflik antara warga dan petugas keamanan perusahaan dan berpotensi mempengaruhi ketenangan wilayah setempat. Proses autopsi dan penyelidikan polisi menjadi kunci untuk mengungkap kronologi lengkap dan menentukan langkah hukum bagi pihak yang terlibat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PRCLH Gelar Upacara HUT ke-81 di Hutan Mangrove Serdang Bedagai
PRCLH menggelar upacara HUT ke-81 dan perlombaan di Hutan Mangrove Pematang Kuala, mendorong penanaman mangr...
Paskibraka Samosir Sukses Kibarkan Merah Putih pada HUT RI ke-81
Paskibraka Kabupaten Samosir berhasil mengibarkan bendera Merah Putih pada HUT RI ke-81 setelah latihan inte...
351 WBP Lapas Meulaboh Terima Remisi HUT RI ke-81
Sebanyak 351 WBP Lapas Meulaboh menerima Remisi Umum pada 17 Agustus 2026; rincian durasi dan kategori tinda...
RSUD H. Sahudin Kutacane Terima Penghargaan Standar Pelayanan Publik
RSUD H. Sahudin Kutacane menerima piagam PKSPP-IPP 2025 dari Ombudsman saat upacara HUT RI ke-81, sebagai mo...
RTB Binjai Juara Turnamen Truf Graha Kirana Piala H Palacheta
RTB Binjai juara Turnamen Truf Graha Kirana Piala H Palacheta (15-16 Agustus 2026) di Medan; 56 tim dan seki...
Warga Bantaran Sungai Deli Gelar Panjat Pinang Rayakan HUT RI ke-81
Warga bantaran Sungai Deli merayakan HUT RI ke-81 dengan panjat pinang; saat sirene proklamasi jalanan Kota...