Kantor PT Agrinas di Labura Dibakar Massa Usai Warga Tewas
Kantor dan mess PT Agrinas Palma Nusantara (APN) Regional 1 di Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, dibakar massa pada Selasa malam, 16 Juni. Aksi itu dipicu kemarahan warga setelah seorang warga setempat, Luis David Hutabarat (32), dilaporkan meninggal dunia diduga akibat penganiayaan oleh petugas keamanan perusahaan.
Kronologi kejadian
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari perangkat desa, korban bersama rekannya sedang dalam perjalanan pulang dari ladang dan melintasi areal perkebunan PT APN saat insiden terjadi yang berujung pada meninggalnya korban.
Warga yang marah kemudian melakukan penjarahan terhadap sejumlah aset perusahaan sebelum membakar beberapa bangunan. Belum ada keterangan korban jiwa dari pihak perusahaan.
Kerusakan, penjarahan, dan kendaraan yang dibakar
Kepala Desa Sukarame Baru, Zaini, menyatakan bahwa massa menjarah beberapa aset perusahaan dan membakar beberapa bangunan. Ia merinci tindakan warga sebagai buntut dari meninggalnya warga tersebut.
"Sebanyak tujuh unit aset milik PT Agrinas, termasuk kantor dan mess, dijarah massa. Tiga unit bangunan, termasuk kantor perusahaan, kemudian dibakar sebagai buntut dari meninggalnya seorang warga yang diduga dianiaya," kata Zaini.
Selain pembakaran gedung, informasi yang beredar menyebutkan sedikitnya tujuh unit sepeda motor di lokasi turut hangus terbakar. Massa juga menghentikan paksa truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Jalan Kilang Mili.
- 7 unit aset perusahaan dijarah
- 3 unit bangunan, termasuk kantor dan mess, dibakar
- 7 sepeda motor dilaporkan hangus
- Truk pengangkut TBS dihadang dan muatannya diduga diambil warga
Tindakan pihak kecamatan dan keamanan
Camat Kualuh Hulu, Maruli Tanjung, mengatakan pihak kecamatan bersama unsur terkait turun langsung ke lokasi untuk meredam amarah warga dan mencegah meluasnya aksi anarkis.
"Kami berupaya menenangkan masyarakat dan mencegah tindakan anarkis meluas ke lokasi lainnya. Saat ini kondisi berangsur kondusif dan aparat keamanan masih melakukan pengamanan di lapangan," ujar Maruli.
Situasi terkini dan catatan
Situasi dilaporkan mulai berangsur kondusif setelah penanganan aparat dan perangkat daerah. Dampak langsung dari peristiwa ini meliputi kerusakan properti, kendaraan terbakar, dan terganggunya aktivitas pengangkutan TBS di ruas jalan setempat.
Perkembangan lebih lanjut terkait penyebab pasti kematian korban dan langkah penegakan hukum belum dipaparkan secara rinci oleh pihak berwenang di lokasi. Aparat keamanan tetap melakukan pengamanan untuk mencegah eskalasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PRCLH Gelar Upacara HUT ke-81 di Hutan Mangrove Serdang Bedagai
PRCLH menggelar upacara HUT ke-81 dan perlombaan di Hutan Mangrove Pematang Kuala, mendorong penanaman mangr...
Paskibraka Samosir Sukses Kibarkan Merah Putih pada HUT RI ke-81
Paskibraka Kabupaten Samosir berhasil mengibarkan bendera Merah Putih pada HUT RI ke-81 setelah latihan inte...
351 WBP Lapas Meulaboh Terima Remisi HUT RI ke-81
Sebanyak 351 WBP Lapas Meulaboh menerima Remisi Umum pada 17 Agustus 2026; rincian durasi dan kategori tinda...
RSUD H. Sahudin Kutacane Terima Penghargaan Standar Pelayanan Publik
RSUD H. Sahudin Kutacane menerima piagam PKSPP-IPP 2025 dari Ombudsman saat upacara HUT RI ke-81, sebagai mo...
RTB Binjai Juara Turnamen Truf Graha Kirana Piala H Palacheta
RTB Binjai juara Turnamen Truf Graha Kirana Piala H Palacheta (15-16 Agustus 2026) di Medan; 56 tim dan seki...
Warga Bantaran Sungai Deli Gelar Panjat Pinang Rayakan HUT RI ke-81
Warga bantaran Sungai Deli merayakan HUT RI ke-81 dengan panjat pinang; saat sirene proklamasi jalanan Kota...