Anak Petani Flores, Sulaiman Jadi Wali Asuh di Sekolah Rakyat
Sulaiman Sulang, 42 tahun, anak petani asal Flores, Nusa Tenggara Timur, kini mengabdi sebagai Wali Asuh di Sekolah Rakyat Kabupaten Malang. Ia mendampingi siswa dari keluarga ekonomi terbatas dan berbagi pengalaman hidup serta keterampilan menulis yang telah membawanya menulis 44 judul buku ber-ISBN.
Latar belakang dan perjalanan pendidikan
Sulaiman lahir di keluarga petani dan merantau ke Malang untuk melanjutkan kuliah. Selama masa studi, ia tinggal menumpang dan membantu pekerjaan dosennya agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Saya sore itu pasti ke rumahnya dosen. Di situ saya membantu cuci piring, siram tanaman setiap sore hari, nyapu halaman. Itu hanya untuk bisa buat makan,"
Pengalaman sulit itu membentuk sikapnya terhadap pendidikan. Setelah lulus, Sulaiman produktif menulis dan berhasil menerbitkan puluhan judul buku yang semuanya memiliki ISBN.
Peran sebagai Wali Asuh dan metode pendampingan
Di Sekolah Rakyat, peran Sulaiman melampaui fungsi administrasi. Ia memberi pendampingan personal kepada siswa, terutama yang berasal dari kelompok paling rentan.
Ia menyebut beberapa siswa berasal dari Desil 1 dan 2 dalam DTSEN dan ada yang pernah mengalami putus sekolah. Karena itu, pendampingan membutuhkan perhatian penuh: waktu, tenaga, dan ide kreatif.
"Waktu, kita bimbing mereka, dampingi mereka. Tenaga, ayo kita membantu mereka, kerja bakti, membantu mereka. Pikiran, ide-ide apa yang kita punya, kita transfer ke mereka,"
Kedekatan dengan siswa dan dampak emosional
Sulaiman merasa karakter siswa di Sekolah Rakyat berbeda dibandingkan pengalaman kerjanya sebelumnya sebagai staf tata usaha selama 15 tahun di sebuah SMK negeri. Kedekatan itu terlihat ketika siswa menanyakan keberadaannya saat ia sedang libur atau bertugas di luar.
"Kalau anak-anak, saya dua hari libur atau ada dinas ke mana, itu anak-anak mencari, Pak Sule ke mana? Kok tidak kelihatan?"
Perhatian sederhana seperti itu membuat tugasnya terasa lebih dari pekerjaan. Bagi Sulaiman, pendampingan adalah kesempatan memberi harapan kepada anak-anak kurang mampu.
Prestasi, aktivitas, dan pesan untuk siswa
Pada 2025, ia mendapat penghargaan dari tingkat provinsi sebagai penulis buku terbanyak di wilayahnya. Selain menulis, Sulaiman aktif pada kegiatan konservasi lingkungan dan pengolahan sampah.
"Saya lahir dari keluarga yang enggak mampu, dan bisa sukses, mereka juga harus lebih, mereka harus lebih sukses daripada saya,"
Ia berharap pengalaman hidup dan karya tulisnya bisa menjadi motivasi. Bagi Sulaiman, keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk menyerah pada cita-cita.
Pengalaman Sulaiman menegaskan bahwa pendampingan di Sekolah Rakyat tidak hanya berbentuk pengajaran formal. Kisah hidup para pendamping juga menjadi sumber inspirasi nyata untuk membangun masa depan anak-anak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...