Kementan Kirim 200 Pompa Air untuk Atasi Karhutla di Kalimantan
Kementerian Pertanian mengerahkan 200 unit pompa air ke empat provinsi di Kalimantan untuk memperkuat upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto dan dikirim dalam waktu singkat, kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Pengiriman cepat setelah arahan presiden
Menurut Amran, instruksi Presiden datang pada malam hari dan pompa langsung dikirim keesokan harinya. Pengiriman tersebut dimaksudkan sebagai dukungan cepat pemerintah untuk memperkuat operasi pemadaman di lapangan.
"Yang terpenting adalah Bapak Presiden menelepon kami untuk mengirim pompa. Malam magrib kami ditelepon beliau, besoknya pompanya sudah dikirim,"
Distribusi pompa dan lokasi
Jumlah 200 unit pompa ini dibagi merata ke empat provinsi di Kalimantan, masing-masing mendapatkan 50 unit. Penempatan ditujukan ke provinsi yang sedang memerlukan dukungan pemadaman.
- Kalimantan Tengah (50 unit)
- Kalimantan Timur (50 unit)
- Kalimantan Selatan (50 unit)
- Kalimantan Barat (50 unit)
| Provinsi | Jumlah Pompa |
|---|---|
| Kalimantan Tengah | 50 |
| Kalimantan Timur | 50 |
| Kalimantan Selatan | 50 |
| Kalimantan Barat | 50 |
Fungsi ganda: pemadaman kini, irigasi nanti
Amran menegaskan pompa tidak hanya dipakai untuk pemadaman. Setelah situasi dinyatakan aman, peralatan itu akan difungsikan kembali untuk kebutuhan pertanian dan pekebunan.
"Iya, pemadaman. Dan juga bisa difungsikan itu nanti setelah insyaallah untuk pemadaman, itu bisa difungsikan juga pekebun dan petani untuk irigasi,"
Status lahan dan tindak lanjut
Hingga pengumuman tersebut, Kementan belum menerima laporan adanya lahan pertanian yang terdampak langsung. Meskipun demikian, tim terus melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan kondisi aktual.
"Sampai sekarang belum ada laporan. Tapi nanti kami cek,"
Sinergi penanganan karhutla
Pemerintah juga mengerahkan berbagai langkah lain untuk meredam karhutla, termasuk water bombing, pemadaman darat, modifikasi cuaca, dan keterlibatan banyak pihak. Pengerahan pompa oleh Kementan menjadi bagian dari upaya terpadu ini. Di samping memperkuat respons jangka pendek, peralatan yang disalurkan diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi petani setelah kondisi kembali normal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...