Lokal

Yayasan Wakaf Haroen Aly Raih Juara II Wakaf Zawanomics Awards 2026

Bagikan:
Penghargaan Yayasan Wakaf Haroen Aly di ISEF 2026 untuk wakaf produktif

BANDA ACEH — Yayasan Wakaf Haroen Aly meraih Juara II Nasional Kategori Wakaf pada Zawanomics Awards 2026. Penghargaan diumumkan pada 18 Oktober 2026 di Jakarta Convention Center, dalam rangka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Pengakuan ini diberikan atas inovasi pengelolaan wakaf produktif melalui Dayah Quran Aceh (DQA) Mart & Caffe, yang menghubungkan pengembangan bisnis dengan pembiayaan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Model usaha DQA Mart & Caffe

DQA Mart & Caffe mengubah aset wakaf menjadi kegiatan ekonomi yang menghasilkan manfaat sosial berkelanjutan. Usaha ini mengintegrasikan kegiatan bisnis retail dan kafe dengan tujuan pendidikan dan sosial.

Perwakilan Yayasan, T. Muhammad Ghufran, mempresentasikan model tersebut di hadapan dewan juri. Ia menjelaskan desain operasional dan mekanisme pembiayaan yang mengalir ke program beasiswa santri.

DQA Mart & Caffe mengintegrasikan empat pilar, yakni bisnis, akademik, sosial, dan fundraising. Keempatnya dihubungkan melalui skema One Card System untuk membangun ekosistem usaha wakaf yang terintegrasi, efisien, transparan, dan berkelanjutan.

Kontribusi ke pendidikan

Yayasan menyatakan selama 2026 kontribusi ekosistem bisnis wakaf tersebut mencapai 28,57 persen dari total penyaluran beasiswa santri sebesar Rp196 juta. Capaian ini dipandang sebagai bukti bahwa wakaf produktif mampu mendukung akses pendidikan dan memperkuat kapasitas generasi muda.

"Ini merupakan Wakaf Produktif yang Berdampak Nyata. Keuntungan DQA Mart & Caffe menjadi salah satu sumber pembiayaan beasiswa santri Dayah Darul Quran Aceh," kata Ghufran.

Pengakuan tata kelola dan harapan ke depan

Ketua Yayasan, Prof. Dr. Muhammad Yasir Yusuf, menilai penghargaan ini menegaskan tata kelola aset wakaf yang profesional dan berorientasi kemaslahatan. Menurutnya, pengelolaan yang transparan dan akuntabel membuka ruang partisipasi masyarakat dan investor.

"Penghargaan ini bukan semata-mata tentang keberhasilan sebuah unit usaha, melainkan bagaimana aset umat dapat dikelola secara profesional sehingga menghasilkan manfaat yang nyata dan berkelanjutan," ujar Prof. Yasir Yusuf.

Implikasi bagi ekonomi syariah daerah

Kemenangan Yayasan Wakaf Haroen Aly pada forum nasional seperti ISEF menunjukkan bahwa inovasi ekonomi syariah dapat lahir dari daerah, termasuk Aceh. Model DQA Mart & Caffe memperlihatkan integrasi keuangan sosial Islam dengan kegiatan ekonomi riil.

Yayasan berharap capaian ini membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha, lembaga pendidikan, investor, dan pemangku kepentingan ekonomi syariah. Penguatan tata kelola, pengembangan model bisnis, dan pengukuran dampak sosial akan menjadi fokus pengembangan ekosistem wakaf produktif ke depan.

Prestasi ini menjadi langkah untuk mengembangkan DQA Mart & Caffe sebagai model usaha berbasis wakaf yang menghubungkan produktivitas aset dengan manfaat sosial dan pendidikan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait