Evaluasi Operasi Modifikasi Cuaca Sumut Didesak: Efektivitas dan Anggaran
Medan — Pengamat anggaran dan kebijakan publik mendesak evaluasi terbuka terhadap operasi modifikasi cuaca yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk menangani kabut asap. Permintaan itu muncul menyusul hujan yang belakangan turun di Medan, Binjai, Deli Serdang dan sekitarnya, sehingga efektivitas dan urgensi operasi perlu dikaji ulang.
Desakan evaluasi terbuka
Elfenda Ananda, pendiri Suluh Muda Inspirasi, menilai pelaporan kegiatan yang hanya menyebut jumlah penerbangan dan bahan yang ditaburkan belum cukup. Ia meminta data ilmiah dan keuangan dipublikasikan untuk menilai dampak nyata operasi tersebut.
"Untuk wilayah Medan dan sekitarnya yang belakangan kerap diguyur hujan, pemerintah juga perlu menjelaskan apakah intervensi modifikasi cuaca masih diperlukan dan sejauh mana operasi tersebut berkontribusi terhadap perbaikan kondisi lingkungan,"
Data dan indikator keberhasilan yang diminta
Menurut Elfenda, indikator keberhasilan harus mencakup pengukuran penurunan konsentrasi partikel halus PM2.5, perbaikan jarak pandang, serta pengurangan paparan kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Tanpa data tersebut, klaim keberhasilan sulit dibuktikan.
Ia menegaskan bahwa hasil operasi harus dapat diukur secara ilmiah dan dipertanggungjawabkan secara keuangan.
Rincian anggaran dan mekanisme pengawasan
Permintaan keterbukaan juga mencakup rincian anggaran, biaya tiap penerbangan, volume bahan semai (NaCl), serta kontrak penyedia. Data ini diperlukan agar publik dapat menilai efisiensi penggunaan dana.
"Pemeriksaan tersebut juga perlu memastikan seluruh pengeluaran didukung dokumen yang sah, sesuai ketentuan, serta dapat dipertanggungjawabkan,"
Peran APIP dan BPK
Elfenda mendorong aparat pengawasan internal pemerintah (APIP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memeriksa penganggaran dan realisasi belanja. Pemeriksaan harus meliputi proses pengadaan, kontrak, rincian biaya penerbangan, pembelian bahan semai, dan bukti pelaksanaan di lapangan.
Membedakan dampak operasi dengan faktor alam
Evaluasi teknis penting untuk memisahkan pengaruh operasi dari hujan alami dan variabel meteorologi lain. Oleh karena itu, data kualitas udara sebelum dan sesudah operasi perlu dipaparkan untuk menilai kontribusi nyata intervensi.
Kesimpulan: cepat tapi akuntabel
Langkah cepat penanganan kabut asap dinilai positif, namun tidak boleh menggantikan prinsip transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas. Elfenda menekankan tiga pertanyaan dasar yang harus terjawab: apakah intervensi diperlukan, efektif, dan sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.
"Pemerintah harus memastikan bahwa kebijakan yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat benar-benar memberikan manfaat, didukung kajian yang memadai, serta terbuka terhadap pemeriksaan penggunaan uang rakyat,"
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Haul ke-17 Tuan Guru Batak dan Peresmian Rumah Tahfiz di Simalungun
Bupati Simalungun hadir pada Haul ke-17 Tuan Guru Batak dan meresmikan Rumah Peradaban Tahfiz Qur’an H. Dr....
Simalungun Tinjau Jalan Rusak Raja Maligas, Usulan Masuk IJD
Pemkab Simalungun meninjau jalan rusak di Raja Maligas I (16/10/2026); perbaikan diupayakan lewat usulan ke...
Wabup Madina Minta Polisi Gencarkan Operasi Narkoba Lewat Vape
Wabup Madina minta Polres intensifkan operasi peredaran narkoba yang disamarkan lewat vape setelah pengungka...
Polres Labuhanbatu Gelar Operasi Sarang Narkoba, 2 Orang Diamankan
Polres Labuhanbatu gelar Operasi Sarang Narkoba (17/10), amankan 2 pria dan bukti sabu 20,36 gram di Lingkun...
FASI Kota Sabang 2026: Gampong Cot Ba'u Juara Umum
Wali Kota Sabang menutup FASI 2026 dan berharap program ini membentuk generasi Qurani; Gampong Cot Ba'u juar...
Umrah Gratis Medan: Wakil Ketua DPRD Beri Hadiah ke 7 Warga
Wakil Ketua DPRD Medan, Zulkarnaen, memberikan umrah gratis kepada tujuh warga saat HUT ke-75 Presiden Prabo...