Lokal

Video Bupati Deliserdang 'Gaji Rp10 Juta' Viral, Dilaporkan ke Komdigi

Bagikan:
Screenshot video Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan saat Job Fair

Deliserdang — Video Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan yang menyinggung soal gaji Rp10 juta kepada pencari kerja viral di media sosial pada akhir pekan ini. Peristiwa terjadi saat Job Fair di Aula Balairung, Kompleks Perkantoran Pemkab Deliserdang, dan memicu kecaman hingga pelaporan ke Kementerian Komunikasi dan Digital.

Video viral dan reaksi warganet

Cuplikan video yang diunggah akun @badanperwakilannetizen2 memperlihatkan Bupati berteriak ke kerumunan pencari kerja: "Ada yang mau gaji 10 juta sebulan?". Dalam rekaman, Bupati sempat mengulang pertanyaan dan menunjuk beberapa orang di kerumunan.

Kenaikan interaksi berlangsung cepat. Pantauan pada Minggu (18/10) menunjukkan video sudah ditonton sekitar 1,4 juta kali. Sebelumnya pada Jumat sore jumlah penonton tercatat 792 ribu.

  • 1,4 juta penonton (per 18/10)
  • 23,5 ribu likes (thumbnail rekaman)
  • 2.129 komentar dan 3.070 kali dibagikan (per 18/10)

Saat komentar masih terbuka, akun Bupati @asriludin_tambunan mendapat serbuan kritik. Beberapa komentar yang terekam antara lain menuduh diri Bupati "membecandai" pencari kerja dan menyerukan penyelidikan.

Klarifikasi Pemkab Deliserdang

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Deliserdang, Sandra Dewi Situmorang, menyatakan video tersebut merupakan potongan konten kreator yang mengikuti kegiatan Bupati lalu diedit sehingga menimbulkan framing negatif.

"Itukan diposting seseorang tidak ada niat yang aneh-aneh. Kemudian diambil sama orang lain dari Instagramnya. Kemudian diposting nampak kali di freming, pakai kata-kata kasar, dikoleblah sama Badan Netizen itu."

Sandra menjelaskan kronologi sebenarnya: dalam Job Fair ada stan yang menawarkan gaji Rp10 juta sehingga suasana menjadi riang. Menurutnya, Bupati hanya menanyakan siapa yang berminat dan menunjukkan brosur penawaran.

"Jadi kalau kejadian sebenarnya, itukan acara Job Fair, didalam Job Fair itu ada salah satu stand menawarkan gaji 10 juta... Pak Bupati langsung nawarin, hee mana yang mau gaji 10 juta sini-sini, gitu ceritanya."

Pembatasan komentar dan pelaporan ke Komdigi

Setelah diterpa hujatan, akun Instagram pribadi Bupati membatasi kolom komentar pada Jumat malam untuk meredam serangan. Sandra menyatakan langkah itu diambil karena hal itu menyangkut privasi dan perlindungan pribadi pejabat.

"Dia manusia biasa, dia sudah melakukan banyak hal kemudian dia menerima hujatan seperti itu... Ya daripada itu masalah ke pribadi beliau ya dibatasi beliau lah, gak ada niat lain."

Lebih lanjut, Kominfostan melaporkan penyebaran video ke Kementerian Komunikasi dan Digital, dengan alasan konten telah diedit dan memuat kata-kata kasar yang menyalahi ketentuan platform.

"Memang sama lapor dia ke Komdigi, karenakan itu melanggar... Kita laporkan bahwa dia menyampaikan kata-kata kasar."

Konteks dan implikasi

Kasus ini menunjukkan cepatnya narasi negatif menyebar dari potongan video singkat. Pemkab menyebut akan menempuh jalur resmi untuk menyelesaikan dugaan pelanggaran konten. Sementara itu, publikasi lanjutan dan klarifikasi resmi dari pihak terkait tetap dinantikan untuk memberi gambaran utuh atas kejadian di Job Fair tersebut.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait